Pengendali dan Manajemen Borong Saham LFLO, Harga Jauh Di Bawah Harga Pasar
Jumat, 17 Juli 2026 06:03 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemegang saham pengendali hingga jajaran manajemen PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) kompak menambah kepemilikan saham perseroan. Pembelian berlangsung jauh di bawah harga saham LFLO yang masih melemah di bawah Rp 500. Total dana yang digelontorkan ketiga pihak tersebut mencapai sekitar Rp 1,88 miliar untuk membeli 15,67 juta saham LFLO di pasar. Aksi borong saham tersebut dilakukan pada 15 Juli 2026 dengan tujuan investasi. Aksi pembelian terbesar dilakukan oleh pemegang saham pengendali LFLO, Ang Phek Tuan. Ia membeli sebanyak 6.270.000 saham LFLO dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham.
Dengan transaksi tersebut, Ang Phek Tuan menggelontorkan dana sekitar Rp 752,4 juta. Kepemilikan sahamnya pun meningkat dari 432.221.280 saham atau setara 33,05% menjadi 438.491.280 saham atau 33,53% dari total saham yang beredar. Selain pemegang saham pengendali, anggota Dewan Komisaris LFLO, Purnamawati Gumulya, juga tercatat menambah kepemilikan saham perseroan. Baca Juga: Banyak Peminat, Kuota ORI030 Ditambah Jadi Rp 30 T, Ini Cara Investasi untuk Kupon 7% Purnamawati membeli sebanyak 4.703.000 saham LFLO dengan harga Rp 120 per saham atau senilai sekitar Rp 564,36 juta. Dengan transaksi tersebut, kepemilikannya naik dari 324.166.460 saham atau 24,79% menjadi 328.869.460 saham atau 25,15%. Aksi serupa dilakukan oleh anggota Direksi LFLO, Erlangga Ksatria. Ia membeli 4.703.000 saham LFLO pada harga Rp 120 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 564,36 juta. Pasca transaksi, kepemilikan Erlangga meningkat dari 324.166.460 saham atau 24,79% menjadi 328.869.460 saham atau setara 25,15% dari total saham beredar. Jika ditotal, ketiga pihak tersebut membeli sebanyak 15.676.000 saham LFLO dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,88 miliar. Tonton: Bursa Diprediksi Positif! IHSG Siap Menguat di Perdagangan Jumat Harga Saham LFLO Masih Terkoreksi Sejak Awal Tahun Di tengah aksi borong saham oleh pengendali dan manajemen, pergerakan harga saham LFLO masih berada dalam tren pelemahan sejak awal tahun. Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), saham LFLO ditutup melemah 0,41% atau turun 2 poin ke level Rp 488 per saham. Meski demikian, dalam satu bulan terakhir harga saham LFLO masih mampu menguat 1,24% atau naik 6 poin. Namun secara year to date (ytd), saham LFLO masih terkoreksi cukup dalam. Sejak awal 2026 hingga perdagangan kemarin, harga saham LFLO telah turun 177 poin atau sekitar 26,62%.
LFLO adalah emiten yang bergerak di perdagangan furnitur dengan tujuan ekspor. Perusahaan sudah melantai di BEI sejak tahun 2021. Aksi pembelian saham yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali, komisaris, dan direksi kerap menjadi salah satu sinyal positif yang diperhatikan investor. Pasalnya, langkah tersebut dapat mencerminkan keyakinan internal perusahaan terhadap prospek bisnis dan valuasi saham perseroan ke depan. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kinerja fundamental dan prospek bisnis LFLO sebelum mengambil keputusan investasi.
Patriot Bond Digugat ke MK Menkeu Purbaya Siapkan Tim Ahli Hukum untuk Bertahan