Pengerjaan rehabilitasi sungai citarum capai 85%



JAKARTA. Pengerjaan rehabilitasi sungai Citarum sepanjang 265 kilometer (km) yang digarap dari tahun 2011-2013, saat ini sudah mencapai 85%. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Muhammad Hasan mengatakan, sisa pekerjaan sebanyak 15% akan diselesaikan pada Desember 2013. "Sisa pekerjaannya berupa pekerjaan finalisasi pengerukan, finalisasi pembuatan tanggul dan pelindung tebing akan selesai di bulan Desember tahun ini," ujar Hasan, Senin (28/10). Hasan menjelaskan, untuk pengendalian banjir dari mulai Baleendah sampai ke Karawang sudah selesai. Selanjutnya, nanti akan diteruskan ke sungai Cisangkuy. Sementara, anak-anak sungai di hulu seperti Sungai Cimande, Citarik akan dilanjutkan di tahun anggaran berikutnya. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, di tahun depan akan dilakukan peningkatan kapasitas untuk menampung debit banjir di hulu-hulu sungai Citarum.

Menampung debit banjir

Kepala BBWS Citarum, Adang Shaf Ahmad menjelaskan, setelah pekerjaan untuk mengembalikan kapasitas sungai Citarum ke kondisi semula yang hanya mampu menampung debit banjir periode 5 tahunan, selanjutnya akan dilakukan peningkatan agar dapat menampung debit banjir selam periode 20 tahunan. “Sungai Citarum sebelum 2011 mengalami pendangkalan sedimentasi sampai 500 ribu meter kubik (m3) per tahun, di akhir 2013 ini kapasitas kembali semula, yaitu menampung debit banjir 5 tahunan,” tutur Adang.   Ia mengatakan, saat ini kondisi tersebut tidak bisa menampung banjir-banjir yang di hulu sungai Citarum. Oleh sebab itu di hulu sungai Citarum, pihaknya akan melakukan peningkatan menjadi periode ulang 20 tahunan. Hal tersebut menjadi fokus pekerjaan dari BBWS Citarum yang di tahun 2014 mendapatkan anggaran Rp 740 miliar. Selain itu, tutur Adang, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian studi penyediaan air baku untuk Bandung dan sekitarnya. Diperkirakan, di tahun 2030 penyediaan air baku akan mengalami defisit sampai 11 m3/detik. Saat ini kapasitas penyediaan air baku sebesar 3,5 m3/detik. Selanjutnya, BBWS Citarum juga sedang menyusun Standard Operation Procedure (SOP) untuk pengoperasian tiga waduk (Jatiluhur, Cirata dan Saguling).


SOP tersebut akan mengatur sinkronisasi ketiga waduk tersebut sehingga dapat mengatur pengoperasian di kala debit air tinggi maupun rendah di musim kemarau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan