JAKARTA. Pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan terus dikebut penyelesaiannya. Investor sekaligus operator jalan tol, Bakrie Toll Road berharap jalan tol ini bisa beroperasi pada musim Lebaran tahun ini. Nah sejauh ini, pembangunan ruas tersebut sudah mencapai 60%. Oleh sebab itu, Bakrie Toll Road bakal meningkatkan mobilisasi peralatan pada Juli nanti. Mereka berharap pada Agustus nanti sudah bisa rampung hingga 90%. Hanya saja, memasuki medio Juli ini, ada kekhawatiran soal iklim. “Iklim susah diprediksi, seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau akan tetapi di lokasi masih sering turun hujan deras sehingga membuat pekerjaan terhenti," ujar Direkttur Bakrie Toll Road, Harya M Hidayat, Minggu, (24/4). Selain itu, mereka juga sedang membangun gerbang tol dan tempat peristirahatan di ruas tersebut. Biaya pembangunannya diperkirakan sekitar Rp 200 miliar. Pembangunan gerbang tol ini menjadi satu paket dengan pembangunan jalan tol yang menelan biaya Rp 2,1 triliun. “Kami menanggung 65%, sisanya oleh Adhi Karya,” tandasnya.
Pengerjaan Tol Kanci-Pejagan Diburu Target
JAKARTA. Pembangunan jalan tol Kanci-Pejagan terus dikebut penyelesaiannya. Investor sekaligus operator jalan tol, Bakrie Toll Road berharap jalan tol ini bisa beroperasi pada musim Lebaran tahun ini. Nah sejauh ini, pembangunan ruas tersebut sudah mencapai 60%. Oleh sebab itu, Bakrie Toll Road bakal meningkatkan mobilisasi peralatan pada Juli nanti. Mereka berharap pada Agustus nanti sudah bisa rampung hingga 90%. Hanya saja, memasuki medio Juli ini, ada kekhawatiran soal iklim. “Iklim susah diprediksi, seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau akan tetapi di lokasi masih sering turun hujan deras sehingga membuat pekerjaan terhenti," ujar Direkttur Bakrie Toll Road, Harya M Hidayat, Minggu, (24/4). Selain itu, mereka juga sedang membangun gerbang tol dan tempat peristirahatan di ruas tersebut. Biaya pembangunannya diperkirakan sekitar Rp 200 miliar. Pembangunan gerbang tol ini menjadi satu paket dengan pembangunan jalan tol yang menelan biaya Rp 2,1 triliun. “Kami menanggung 65%, sisanya oleh Adhi Karya,” tandasnya.