KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Krom Bank Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna yang aktif bertransaksi di platform digitalnya sekitar 40% hingga 45% dari keseluruhan nasabah. Direktur Utama Krom Bank Anton Hermawan mengatakan hingga akhir Februari 2026, Krom Bank mencatat pertumbuhan basis nasabah yang positif, dengan tingkat keaktifan pengguna yang terus meningkat. Hal ini seiring dengan upaya bank memperkuat fitur dan pengalaman pengguna dalam layanan perbankan digital. Kendati demikian, Anton tak membeberkan lebih detail berapa total jumlah nasabahnya hingga saat ini.
Baca Juga: BFI Finance (BFIN) Catat Piutang Dikelola Rp 26,3 Triliun, Didominasi Modal Kerja “Pertumbuhan jumlah nasabah aktif meningkat signifikan secara tahunan, bahkan melampaui kecepatan pertumbuhan total pendaftar, dengan tingkat keaktifan mencapai sekitar 40% hingga 45% dari keseluruhan nasabah,” ujarnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026). Menurut Anton, tingkat keaktifan tersebut menjadi indikator bahwa fitur dan manfaat transaksi yang ditawarkan semakin relevan bagi nasabah. Hal ini juga mendorong nasabah baru untuk langsung menggunakan Krom sebagai platform perbankan utama dalam aktivitas finansial sehari-hari. Dari sisi transaksi, frekuensi transaksi digital nasabah Krom Bank juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga akhir Desember 2025, jumlah transaksi digital tercatat mencapai sekitar 1,8 juta transaksi, melonjak 416% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 361.000 transaksi. “Kami akan terus menstimulasi penggunaan layanan melalui berbagai promo menarik dan program loyalitas agar aktivitas transaksi nasabah terus meningkat,” jelas Anton. Untuk mendorong kenaikan jumlah nasabah aktif, Krom Bank menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menghadirkan pengalaman pengguna yang sederhana dan memberikan nilai tambah sejak transaksi pertama. Selain itu, bank juga menerapkan strategi insentif dan referral guna mendorong nasabah existing kembali bertransaksi sekaligus mengajak pengguna baru bergabung. “Kami juga bekerja sama dengan berbagai partner untuk mengintegrasikan layanan digital banking Krom ke dalam transaksi harian nasabah,” tambahnya. Ke depan, Krom Bank menargetkan peningkatan jumlah pengguna serta nasabah baru dapat terus berlanjut hingga akhir 2026.
Baca Juga: Saham Big Banks Terus Tertekan, Analis Pertimbangkan Keuntungan Dividen Yield Anton menilai peningkatan aktivitas pengguna memiliki korelasi langsung terhadap pertumbuhan bisnis bank digital. Semakin banyak nasabah yang aktif bertransaksi, maka potensi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah atau CASA, juga akan meningkat. “Peningkatan pengguna dan nasabah baru ini akan memacu pertumbuhan DPK dan dana murah yang pada akhirnya juga akan berdampak pada ekspansi kredit,” tandasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News