KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
Bisnis buy now pay later (BNPL) masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit ritel digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo mengungkapkan, hingga kini outstanding BNPL Allo Bank masih mencatat pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan. Sejalan dengan itu, basis pengguna BNPL juga terus meningkat hingga mencapai lebih dari 2,3 juta pengguna. Destya bilang capaian ini menunjukkan layanan BNPL semakin diterima masyarakat sebagai alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Pertumbuhan tersebut tidak semata-mata didorong oleh kemudahan akses. Proses pengajuan yang sepenuhnya digital, persetujuan yang cepat, serta integrasi langsung dengan aplikasi memang menjadi nilai tambah. Namun yang juga penting adalah semakin luasnya penggunaan BNPL dalam berbagai kebutuhan transaksi harian," ujar Destya kepada Kontan, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Allo Bank (BBHI) Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham Mulai 1 Juli 2026 Ia melihat fleksibilitas dalam mengelola arus kas menjadi salah satu alasan yang mendorong masyarakat memanfaatkan layanan BNPL, terutama di tengah kondisi daya beli yang masih menghadapi tantangan. Meski begitu, Destya mengaku pihaknya mulai mencermati sikap nasabah yang kini semakin selektif dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan. Pun, Allo Bank terus mengembangkan bisnis BNPL dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Di antaranya dengan menerapkan proses underwriting berbasis data, pengelolaan limit yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing nasabah, serta pemantauan portofolio secara real-time. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.
Baca Juga: Tak Sekadar Tambah Rekening, Allo Bank Fokus Genjot Aktivasi Nasabah Hingga akhir tahun nanti, Allo Bank masih optimistis bisnis BNPL bakal mencatat pertumbuhan positif. Prospek tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah aktif, bertambahnya merchant dan variasi penggunaan di dalam ekosistem Allo Bank, serta tren transaksi digital yang terus meningkat. Selain itu, bank juga bakal terus mengembangkan fitur dan layanan yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
Kendati demikian, Destya menegaskan fokus Allo Bank bukan sekadar mengejar pertumbuhan volume pembiayaan. Alih-alih, pihaknya ingin memastikan pertumbuhan bisnis BNPL tetap berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. "Kami meyakini kualitas portofolio akan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan bisnis BNPL dalam jangka panjang," tukasnya.
Baca Juga: Outstanding Paylater Allo Bank Tumbuh Lebih dari 20% pada Kuartal I-2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News