Pengguna Livin' by Mandiri Capai 38,5 Juta per Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan aplikasi digital dari PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) mengalami pertumbuhan pesat di awal tahun ini. Aplikasi Livin' by Mandiri ini menjadi salah satu layanan unggul dari Bank Mandiri.

Senior Executive Vice President (SEVP) Information Technology Bank Mandiri Susilo Hardiyantono menyebut pengguna aktif Livin' by Mandiri saat ini telah mencapai total 38,5 juta pengguna. Adapun dari awal tahun sampai Februari 2026, tercatat ada total 784 juta transaksi dengan total nilai sebesar Rp 802 triliun dalam aplikasi tersebut.

"Pencapaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, sekaligus menunjukkan kemampuan sistem Bank Mandiri dalam mengelola volume transaksi dalam skala besar secara konsisten," kata Susilo dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).


Baca Juga: Kredit Bank pada Februari 2026 Melambat, Analis Soroti Daya Beli yang Masih Lemah

Adapun pada masa libur panjang lebaran ini, Bank Mandiri memfokuskan layanannya ke dalam aplikasi Livin' by Mandiri.

Susilo mengatakan selama libur lebaran ini Bank Mandiri telah meningkatkan infrastruktur digitalnya sehingga bisa menampung peningkatan jumlah transaksi yang dapat terjadi nantinya.

"Menjelang Idul Fitri, kapasitas infrastruktur kembali kami optimalkan untuk memastikan kenyamanan serta keamanan transaksi nasabah tetap terjaga,” kata Susilo.

Menurut Susilo, layanan aplikasi perbankan yang baik sangat dibutuhkan di momen-momen mudik seperti sekarang ini. Di saat nasabah memiliki mobilitas yang tinggi, maka bank juga harus menyediakan layanan yang praktis dan cepat.

Baca Juga: Krom Bank Catat Pertumbuhan Kredit 102% per Februari 2026

Adapun Susilo memastikan Livin' by Mandiri dapat dioperasikan oleh pengguna selama 24 jam non-stop. Ada juga fitur panggilan ke agen customer service Bank Mandiri untuk berjaga-jaga bila ada nasabah yang terkendala.

"Kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News