Penggunaan Komponen Lokal Bisa Memperkuat Produksi dan Rantai Pasok Nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan penggunaan komponen lokal dapat memperkuat kapasitas produksi dan rantai pasok industri nasional. Kebijakan tersebut juga berpotensi menekan ketergantungan terhadap produk impor serta mendorong investasi di dalam negeri.

Terlihat pada industri handphone, komputer genggam, dan tablet. Dalam periode 2014–2019, impor produk tersebut tercatat turun hingga 93%. Sementara produksi dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat. Perkembangan tersebut juga diikuti pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja pada ekosistem industri terkait.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero), Sarjuni Adicahya mengatakan, peningkatan komponen lokal tidak cukup hanya dilihat dari besarnya porsi penggunaan produk dalam negeri.


Menurutnya, kebijakan tersebut juga perlu mendorong peningkatan kemampuan industri.Mulai dari penyediaan bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia.

“Penguatan industri dalam negeri tidak hanya tentang seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Kita perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh,” ujar Sarjuni dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Anggarkan Capex Rp 15 Miliar Sepanjang 2026, Ini Fokus Semester II

Menurut Sarjuni, peningkatan keterlibatan industri nasional dalam penyediaan barang dan jasa dapat memberikan dampak terhadap berbagai mata rantai industri, mulai dari pemasok, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja.

Rantai pasok yang semakin kuat jugaai dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, serta mendorong transfer teknologi.

Ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal.

"Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” katanya.

Namun, penguatan industri dalam negeri juga perlu diikuti peningkatan kualitas dan daya saing. Industri lokal perlu mampu memenuhi kebutuhan pengguna, meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, serta menghasilkan produk dan jasa yang kompetitif.

Dalam proses tersebut, layanan testing, inspection and certification (TIC) digunakan untuk melakukan pengukuran dan verifikasi penggunaan komponen lokal. Prosesnya mencakup pre-assessment, monitoring, witnessing hingga post-audit untuk memastikan capaian penggunaan komponen lokal dapat diukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News