Penggunaan Pindar Tak Hanya Menopang Kebutuhan Konsumtif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan pinjaman daring (pindar) kini tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Seiring berkembangnya ekosistem ekonomi digital, sebagian masyarakat mulai menggunakan fasilitas pembiayaan ini sebagai sumber modal untuk menjalankan atau mengembangkan usaha.

Akses yang relatif cepat dan proses pengajuan yang mudah menjadi salah satu alasan pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil, memanfaatkan pinjaman daring. Dengan layaan lebih praktis, pelaku usaha bisa memperoleh dana dalam waktu singkat.

Deputi Direktur Direktorat Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anjar Sumarjati, mengatakan industri pinjaman daring saat ini telah memberi kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat. Salah satu peran yang menonjol adalah membantu menjembatani kebutuhan kredit pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan.


Baca Juga: Upaya AdaKami Perkuat Bisnis UMKM Inklusif dan Berbasis Komunitas

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan UMKM di Indonesia masih sangat besar. Saat ini masih terdapat kesenjangan pembiayaan (credit gap) yang diperkirakan mencapai sekitar Rp2.400 triliun. “Karena itu, kami berharap industri pinjaman daring dapat berperan sebagai akselerator untuk membantu memenuhi kebutuhan pendanaan UMKM tersebut,” ujar Anjar dalam keterangan dikutip Sabtu (14/3/2026). 

Riset terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga menunjukkan layanan pinjaman daring (pindar) tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Sebanyak 26,7% peminjam di platform AdaKami menggunakan dana pinjaman sebagai modal usaha.

Dalam diseminasi hasil studi di Kampus UI Salemba baru-baru ini, Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, mengatakan sebagian pengguna pindar memanfaatkan pinjaman untuk membangun dan mengembangkan usaha. Dana tersebut juga membantu pelaku UMKM mengakses pembelian formal yang dapat meningkatkan kapasitas bisnis.

Hasil riset juga menunjukkan sekitar 20% nilai pinjaman pengguna AdaKami berada di atas Rp5 juta. Angka ini jauh lebih besar dibanding pinjaman konsumtif yang umumnya berkisar Rp500.000 hingga Rp1 juta.

Baca Juga: Riset UI: Pendanaan AdaKami Dorong PDB hingga Rp 10,96 Triliun

Prani menambahkan, akses pinjaman juga dapat mendorong pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha. Manfaat yang dirasakan pengguna antara lain menambah stok barang, meningkatkan omzet, hingga membuka cabang usaha baru.

“Pinjaman yang digunakan untuk usaha dapat membantu pelaku UMKM memulai bisnis baru, membeli mesin, meningkatkan produksi, hingga mendorong produktivitas dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News