JAKARTA. Dalam perjanjian bebas bea masuk ke Australia dan Selandia Baru, ada lima produk Indonesia yang tidak akan terkena bea masuk ke Australia. Yakni, mebel, kertas, nikel, sepatu, dan tekstil. Lantas, seberapa besar peluang ekspor Indonesia ke dua negara tersebut setelah ada perjanjian baru tersebut? Pengusaha sepatu menanggapi dingin beleid penghapusan bea masuk ke Australia tersebut. Sebab, selama ini konsumen Australia sudah sangat meminati produk sepatu Indonesia, karena berkualitas baik. Persaingan sepatu asal Indonesia juga sangat baik di pasar Australia. "Kebijakan itu memang membantu, tapi tidak terlalu signifikan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Singgih Witarsa, Rabu (25/2). Selama ini, ekspor sepatu ke Australia rata-rata US$ 24 juta per tahun. Pada tahun 2008 lalu, jumlahnya menurun menjadi US$ 20 juta. Singgih menilai, keuntungan kerjasama dengan Australia hanya sedikit memacu kinerja ekspor tahun ini. "Masalahnya, pesanan sepatu dari Australia menurun, tetapi adanya penghapusan BM itu, kita jadi tidak rugi-rugi amat," ujar Singgih.
Penghapusan BM Ke Australia Hanya Sedikit Membantu
JAKARTA. Dalam perjanjian bebas bea masuk ke Australia dan Selandia Baru, ada lima produk Indonesia yang tidak akan terkena bea masuk ke Australia. Yakni, mebel, kertas, nikel, sepatu, dan tekstil. Lantas, seberapa besar peluang ekspor Indonesia ke dua negara tersebut setelah ada perjanjian baru tersebut? Pengusaha sepatu menanggapi dingin beleid penghapusan bea masuk ke Australia tersebut. Sebab, selama ini konsumen Australia sudah sangat meminati produk sepatu Indonesia, karena berkualitas baik. Persaingan sepatu asal Indonesia juga sangat baik di pasar Australia. "Kebijakan itu memang membantu, tapi tidak terlalu signifikan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Singgih Witarsa, Rabu (25/2). Selama ini, ekspor sepatu ke Australia rata-rata US$ 24 juta per tahun. Pada tahun 2008 lalu, jumlahnya menurun menjadi US$ 20 juta. Singgih menilai, keuntungan kerjasama dengan Australia hanya sedikit memacu kinerja ekspor tahun ini. "Masalahnya, pesanan sepatu dari Australia menurun, tetapi adanya penghapusan BM itu, kita jadi tidak rugi-rugi amat," ujar Singgih.