KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penghentian insentif kendaraan motor listrik sejak Desember 2025 mulai dicermati pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat seiring penyesuaian harga kendaraan listrik di pasaran, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan pembiayaan di segmen tersebut. Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Niko Kurniawan mengatakan, besaran insentif sebelumnya memiliki porsi yang cukup besar terhadap harga motor listrik. Kondisi tersebut membuat insentif berperan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen. “Kalau di motor listrik itu nilainya cukup besar dibandingkan dengan porsi harga sepeda motornya. Kalau di mobil itu sekitar 10%, sementara di motor listrik bisa 30% sampai 40% dari harga motor listrik. Jadi cukup berpengaruh,” ujar Niko dalam media gathering di Jiexpo, belum lama ini.
Penghentian Insentif Motor Listrik Berpotensi Tahan Pertumbuhan Pembiayaan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penghentian insentif kendaraan motor listrik sejak Desember 2025 mulai dicermati pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut dinilai dapat memengaruhi daya beli masyarakat seiring penyesuaian harga kendaraan listrik di pasaran, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan pembiayaan di segmen tersebut. Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Niko Kurniawan mengatakan, besaran insentif sebelumnya memiliki porsi yang cukup besar terhadap harga motor listrik. Kondisi tersebut membuat insentif berperan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen. “Kalau di motor listrik itu nilainya cukup besar dibandingkan dengan porsi harga sepeda motornya. Kalau di mobil itu sekitar 10%, sementara di motor listrik bisa 30% sampai 40% dari harga motor listrik. Jadi cukup berpengaruh,” ujar Niko dalam media gathering di Jiexpo, belum lama ini.
TAG: