KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Finance Multifinance Indonesia (BRI Finance) menilai penghentian insentif motor listrik oleh pemerintah sejak Desember 2025 berpotensi menekan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga jual kendaraan listrik di pasaran. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat konsumen terhadap motor listrik. Meski demikian, pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer perseroan. “Pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer di BRI Finance, sehingga kebijakan ini tidak berdampak langsung pada kesehatan portofolio pembiayaan motor listrik,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
Penghentian Insentif Motor Listrik Pengaruhi Minat Konsumen, Tapi Efeknya Minim
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Finance Multifinance Indonesia (BRI Finance) menilai penghentian insentif motor listrik oleh pemerintah sejak Desember 2025 berpotensi menekan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga jual kendaraan listrik di pasaran. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat konsumen terhadap motor listrik. Meski demikian, pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer perseroan. “Pembiayaan motor listrik belum menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan konsumer di BRI Finance, sehingga kebijakan ini tidak berdampak langsung pada kesehatan portofolio pembiayaan motor listrik,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).