JAKARTA. Industri pengolahan ikan membutuhkan bahan baku sebanyak 2,48 juta ton tahun ini atau naik 24,62% dibandingkan tahun 2011 yang masih tercatat sebesar 1,99 juta ton. Angka kebutuhan bahan baku ikan ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo dalam siaran persnya hari ini, (8/8). Sharif bilang, kenaikan bahan baku ikan ikan karena terjadinya penambahan jumlah unit pengolahan ikan di Indonesia. Dari total kebutuhan bahan baku ikan tersebut, ikan jenis tuna yang paling banyak dibutuhkan, yang jumlahnya bisa mencapai 363.607 ton. Kemudian pengolahan sarden membutuhkan bahan baku ikan 131.250 ton, didusul udang 297.687 ton, pindang 756.456 ton, mollusca 135.000 ton, dan demersal serta crab 801.373 ton.
Pengolahan ikan kekurangan bahan baku
JAKARTA. Industri pengolahan ikan membutuhkan bahan baku sebanyak 2,48 juta ton tahun ini atau naik 24,62% dibandingkan tahun 2011 yang masih tercatat sebesar 1,99 juta ton. Angka kebutuhan bahan baku ikan ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo dalam siaran persnya hari ini, (8/8). Sharif bilang, kenaikan bahan baku ikan ikan karena terjadinya penambahan jumlah unit pengolahan ikan di Indonesia. Dari total kebutuhan bahan baku ikan tersebut, ikan jenis tuna yang paling banyak dibutuhkan, yang jumlahnya bisa mencapai 363.607 ton. Kemudian pengolahan sarden membutuhkan bahan baku ikan 131.250 ton, didusul udang 297.687 ton, pindang 756.456 ton, mollusca 135.000 ton, dan demersal serta crab 801.373 ton.