Penguasaan Teknologi Jadi Kunci Sukses Transisi Energi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika geopolitik global, meningkatnya kebutuhan energi, serta percepatan transisi menuju energi bersih, kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam memastikan transformasi energi berjalan secara berkelanjutan.

Transformasi energi tidak lagi sekadar berfokus pada perubahan bauran energi, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, penguatan industri nasional, hilirisasi sumber daya, digitalisasi sistem energi, serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif.

Atas dasar itu, Energy Executive Award 2026 hadir sebagai bentuk penghormatan kepada para eksekutif, regulator, akademisi, dan pelaku industri yang telah menunjukkan dedikasi serta kepemimpinan dalam mendorong pembangunan sektor energi nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.


Ketua Penyelenggara Energy Executive Award 2026 sekaligus Dewan Pakar Listrik Indonesia, Tumiran, menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. Menurutnya, Indonesia juga harus mampu menguasai teknologi dan membangun industri nasional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Baca Juga: Transisi Energi Batubara Sulit, Industri Dibayangi Tiga Tekanan

Ia menilai ketahanan energi hanya dapat terwujud jika pengembangan teknologi konversi energi tumbuh di dalam negeri, sehingga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional.

"Ketahanan energi tidak cukup hanya mengonversi energi fosil menjadi energi terbarukan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat tumbuh dan dikuasai di Indonesia. Transisi energi tidak akan berhasil apabila kita hanya menjadi konsumen. Industri nasional harus menjadi pemain utama yang mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah," ujar Tumiran dalam keterangannya dikutip Sabtu (25/7/2026).

Energy Executive Award 2026 menganugerahkan penghargaan Tokoh Energi Nasional kepada lima tokoh yang dinilai berjasa memajukan sektor energi Indonesia. Mereka adalah Suroso Isnandar (Direktur PT PLN), Rinaldy Dalimi (Universitas Indonesia), Deendarlianto (Guru Besar Universitas Gadjah Mada), Eniya Listiani Dewi (Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM), serta Purnomo Yusgiantoro yang menerima penghargaan Lifetime Achievement atas kontribusi dan kepemimpinannya di sektor energi nasional.

Purnomo Yusgiantoro mengatakan energi telah menjadi kebutuhan strategis yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Jika sebelumnya kebutuhan dasar hanya mencakup sandang, pangan, dan papan, kini telah bertambah dengan air dan energi. Karena itu, lanjutnya, upaya mewujudkan swasembada energi harus menjadi prioritas nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno menegaskan bahwa Indonesia perlu memanfaatkan potensi energi terbarukan yang besar untuk mempercepat transformasi energi dan mengikuti agenda transisi energi global.

Baca Juga: Implementasi B50 Diawali Masa Transisi 3 Bulan, Pengamat Soroti Stok B40

Senada dengan itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki arah kebijakan energi yang jelas melalui Kebijakan Energi Nasional dan RUPTL. Ia optimistis berbagai proyek transisi energi yang berjalan akan membawa Indonesia menuju target Net Zero Emission 2060.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan kepada seluruh pihak yang selama ini berupaya mengembangkan energi baru terbarukan di Indonesia. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan berbagai sumber energi bersih, seperti biodiesel, bioetanol, pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro, hingga hidrogen yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi masa depan Indonesia.

Eniya menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan EBTKE dan para pemangku kepentingan untuk terus berupaya menghadirkan energi baru terbarukan. Menurutnya, meskipun pengembangan energi baru terbarukan bukanlah hal yang mudah, Indonesia memiliki potensi besar yang perlu dimanfaatkan guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News