KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tren penguatan di awal 2026 seiring respons pasar terhadap data ekonomi AS yang solid. Meski dinilai masih dalam fase penguatan yang normal dan berpotensi terbatas, pergerakan dolar AS tetap menjadi sentimen tekanan bagi rupiah. Melansir Trading conomics pada Senin (12/1/2026) pukul 16.48 WIB, indeks dolar AS berada di level 98,790 atau menguat 0,48% secara mingguan dan 0,44% secara bulanan. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, penguatan DXY yang terjadi di awal tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi AS yang relatif solid dan belum mencerminkan perubahan tren besar. Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Targetkan Tiga Pabrik Baru Beroperasi di 2026
Penguatan Dolar Indeks (DXY) Dinilai Normal, Rupiah Tetap Tertekan di Kuartal I-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tren penguatan di awal 2026 seiring respons pasar terhadap data ekonomi AS yang solid. Meski dinilai masih dalam fase penguatan yang normal dan berpotensi terbatas, pergerakan dolar AS tetap menjadi sentimen tekanan bagi rupiah. Melansir Trading conomics pada Senin (12/1/2026) pukul 16.48 WIB, indeks dolar AS berada di level 98,790 atau menguat 0,48% secara mingguan dan 0,44% secara bulanan. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, penguatan DXY yang terjadi di awal tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi AS yang relatif solid dan belum mencerminkan perubahan tren besar. Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) Targetkan Tiga Pabrik Baru Beroperasi di 2026