Penguatan Pendidikan Jadi Modal Penting Dorong Pertumbuhan Ekonomi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Investasi jangka panjang di sektor pendidikan semakin dipandang sebagai bagian dari strategi penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menciptakan talenta lokal yang mampu menopang daya saing dan pertumbuhan ekonomi. 

Di tengah upaya pemerintah menjaga alokasi anggaran pendidikan, sektor swasta juga mulai memperkuat kontribusinya melalui pengembangan kapasitas pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga kerja masa depan.

Salah satunya dilakukan Tenaris melalui program Community Relations di Cilegon dan Batam.


Perusahaan menyalurkan Beasiswa Roberto Rocca kepada 360 siswa berprestasi dari 20 SMP, SMA, dan SMK, sekaligus meningkatkan fasilitas pendidikan dengan menyerahkan 18 unit komputer kepada SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon melalui program School Refurbishment. 

Baca Juga: Pelaku Usaha Cenderung Tahan Ekspansi, Kebutuhan Pembiayaan Modal Kerja Masih Tinggi

Perusahaan juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat melalui Yayasan Al-Khairiyah. 

Managing Director Tenaris Asia Pasifik, Philix Jinghua Liu, mengatakan investasi di bidang pendidikan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan Indonesia.

"Pendidikan merupakan fondasi untuk menciptakan peluang bagi generasi muda dan mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia," ujarnya dalam siaran pers seperti dikutip, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, investasi di sektor pendidikan tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing tenaga kerja dan penguatan kapasitas talenta lokal.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Kota Batam, serta Kedutaan Besar Italia di Indonesia.

Baca Juga: Reformasi Pasar Modal Diharapkan Dorong Iklim Investasi yang Lebih Kompetitif

Wali Kota Cilegon Robinsar menilai penguatan pendidikan dapat mendukung pengembangan talenta lokal yang pada akhirnya memperluas peluang kerja di daerah.

Sementara itu, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Italia di Indonesia, Massimiliano Bertollo, menilai investasi yang menghasilkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga investasi negara di sektor pendidikan. 

Mengutip Kompas.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tetap memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan sedikitnya 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bagi pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pandangan Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi PKB dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (14/7/2026). 

Baca Juga: Kebut Belanja Kejar Ekonomi Tumbuh 6%

Menurut Purbaya, alokasi anggaran pendidikan minimal 20% merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang wajib dipenuhi sebagai fondasi pembangunan SDM nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News