Rupiah jadi tenaga pendorong penguatan IHSG



JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Selasa (6/10), ditutup naik sebesar 102,08 poin mendapat sentimen positif dari nilai tukar rupiah yang terapresiasi.

IHSG ditutup menguat sebesar 102,08 poin atau 2,35 % menjadi 4.445,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 25,61 poin (3,49 %) menjadi 759,31.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, mayoritas bursa saham Asia ditutup mayoritas kembali menguat dipicu dari mata uang rupiah yang terapresiasi terhadap dolar AS.


"Nilai tukar domestik yang terapresiasi itu membawa sentimen positif pada tingkat kepercayaan investor di kawasan Asia, termasuk di Indonesia. Mata uang rupiah mengalami penguatan terbesar di Asia, hal ini tentu menambah antusias investor asing kembali melakukan 'capital in flow' ke pasar saham," katanya dikutip dari Antara.

Dalam data BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp844.83 miliar pada perdagangan Selasa (6/10) ini.

Analis Asjaya Indosurya Securities Wiliam Surya Wijaya menambahkan dana pemodal asing mulai masuk ke dalam pasar modal domestik, hal ini menunjukkan bahwa daya tarik pasar modal Indonesia masih cukup bagus di tengah berbagai sentimen negatif yang beredar.

"Melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan mulai mereda, munculnya harapan terhadap pertumbuhan cukup kuat menyusul beberapa kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah," katanya.

Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 348.48x kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,35 miliar lembar saham senilai Rp6,60 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 22,88 poin (0,10 %) ke level 21.831,34, indeks Nikkei naik 180,61 poin (1,00 %) ke level 18.186,10 dan Straits Times menguat 46,16 poin (1,62 %) ke posisi 2.897,41.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto