Penguatan Rupiah Masih Dibayangi Sentimen Perang Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/3). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,58% secara harian ke level Rp16.898 per dolar AS.

Sepanjang periode libur dan cuti bersama Lebaran pada 18–24 Maret 2026, pergerakan rupiah relatif stabil di kisaran Rp16.900 per dolar AS. Bahkan, pada 23 Maret 2026, rupiah sempat melemah hingga Rp16.997 per dolar AS.

Sementara itu, mengacu kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), pada perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, Selasa (17/3), rupiah tercatat menguat tipis 0,04% ke Rp16.982 per dolar AS.


Baca Juga: Rupiah Menguat di Tengah Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Terhadap Dolar AS

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah dipengaruhi perkembangan geopolitik, khususnya pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait situasi di Timur Tengah. 

Trump mengungkapkan bahwa AS telah melakukan pembicaraan yang baik dan produktif dengan Iran serta berencana menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.

“Sentimen pasar diperkirakan akan kembali risk off setelah sempat positif merespons pernyataan Trump,” ujar Lukman, Selasa (24/3/2026).

Untuk perdagangan Rabu (25/3), pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global yang berfluktuasi di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.

Di sisi lain, harga minyak dunia juga bergerak volatil, dengan harga minyak WTI pada Selasa (24/3) turun ke level US$89,92 per barel.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.997 Per Dolar AS Hari Ini (23/3), Asia Terkoreksi

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menambahkan, faktor suku bunga turut memengaruhi pergerakan rupiah setelah BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam rapat dewan gubernur bulan ini.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menegaskan, BI akan tetap melakukan intervensi di pasar guna menjaga stabilitas rupiah.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.990–Rp17.075 per dolar AS pada Rabu (25/3). Sementara itu, Lukman memproyeksikan rupiah berpotensi melemah di rentang Rp16.850–Rp17.000 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News