Penguatan rupiah spot hanya bersifat teknikal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat masih cenderung loyo pada perdagangan Kamis (3/5). Namun, intervensi  Bank Indonesia (BI) disinyalir menyelamatkan mata uang Garuda dari pelemahan tajam.

Mengutip Bloomberg, Kamis sore, nilai tukar rupiah di pasar spot hanya menguat tipis 0,06% ke level Rp 13.939 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia mencatat, rupiah masih melemah 0,20% menjadi Rp 13.965 per dollar AS.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong menyebut, penguatan tipis rupiah hari ini lebih disebabkan faktor teknikal. Pasalnya, rupiah kian mendekati batas level psikologis di angka Rp 14.000 per dollar AS. Siang tadi saja, kurs spot rupiah sempat menyentuh level Rp 13.975 per dollar AS.


Terlebih lagi, indeks dollar masih berada di kisaran 92,5, tidak jauh berbeda dengan penutupan perdagangan kemarin (3/5). Selain itu, lanjut Lukman, intervensi yang dilakukan BI membuat rupiah masih berada di level yang wajar.

Meski begitu, rupiah masih dibayangi sentimen negatif setelah The Federal Reserves menyebut tingkat inflasi AS tengah bergerak naik. Hal itu membuat ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate pada bulan Juni mendatang kian menguat.

Lukman menilai, rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan Jumat (4/5). Sebab, terdapat data non farm payroll dan tingkat pengangguran yang akan dirilis pemerintah AS. “Biasanya jelang perilisan data-data ekonomi penting, pelaku pasar cenderung menahan diri,” katanya.

Ia memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.925-Rp 13.975 per dollar AS pada perdagangan besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini