KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengkritisi adanya pengurangan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2022, utamanya pada kluster perlindungan sosial. Adapun, anggaran perlindungan sosial sebelumnya Rp 286,64 triliun menjadi Rp 154,8 triliun di 2022. Menurutnya pengurangan anggaran tersebut tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran di 2022 ini. “Padahal kita tahu bahwa tahun depan di saat yang bersamaan pemerintah menargetkan pengurangan atau berkurangnya tingkat kemiskinan dan pengangguran di tahun ini,” kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Kamis (6/1).
Pengurangan Anggaran PEN Tak Sejalan dengan Misi Pemerintah Tekan Kemiskinan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengkritisi adanya pengurangan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2022, utamanya pada kluster perlindungan sosial. Adapun, anggaran perlindungan sosial sebelumnya Rp 286,64 triliun menjadi Rp 154,8 triliun di 2022. Menurutnya pengurangan anggaran tersebut tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran di 2022 ini. “Padahal kita tahu bahwa tahun depan di saat yang bersamaan pemerintah menargetkan pengurangan atau berkurangnya tingkat kemiskinan dan pengangguran di tahun ini,” kata Yusuf kepada Kontan.co.id, Kamis (6/1).