KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso-990 di Dermaga Komando II Surabaya menjadi saksi sejarah atas digelarnya Seminar Nasional Global Health Security yang digelar RSPAL dr. Ramelan bersama Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil) serta Koarmada II, Minggu (12/4/2026) siang. Perdokmil merupakan organisasi profesi yang menjadi wadah bagi para tenaga kesehatan, baik militer atau non-militer, untuk mengembangkan keilmuan dan kolaborasi. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam menyatukan para pakar kedokteran militer dan sipil guna menjaga kedaulatan kesehatan nasional di tengah berbagai tantangan. Keberadaan Perdokmil sangat krusial sebagai jembatan antara dunia medis militer dengan standar kesehatan global yang terus berkembang. Perdokmil berkomitmen terus menjadi organisasi yang adaptif dan kolaboratif, terutama dalam merespons tantangan kesehatan, termasuk ancaman biologis maupun pandemi.
Baca Juga: Prabowo Angkat Dokter Eks Kopassus Sebagai Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031 Agenda acara di atas kapal rumah sakit ini mencakup seminar serta pelantikan pengurus Perdokmil Jawa Timur yang menunjuk Laksma TNI (Purn) Dr. Nora Lelyana, drg., M.H.Kes., FICD, CISHR., CIEBR., FIMMA sebagai Ketua Perdokmil Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Perdokmil, Mayjen TNI (Purn) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.DVE., M.Biomed, MARS. SH., MH., FINDSDV, FAADV, FIMMA., serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K) yang merupakan Ketua Umum Perdokmil periode sebelumnya. “Perdokmil itu bukan (hanya) perkumpulan dokter-dokter militer. Jadi, siapapun yang berminat untuk meningkatkan keilmuan dalam bidang emergency, kedaruratan, kemudian dalam kondisi bencana, artinya kondisi yang menuntut respons cepat, baik itu dokter militer, yang bekerja di bidang kesehatan atau siapapun yang ingin mendukung, maka kami Perdokmil siap mewadahi,” jelas Dr. Dian membuka acara pelantikan Pengurus Perdokmil Jawa Timur seperti dikutip, Rabu (15/4). Dr. Dian juga menyampaikan bahwa visi Perdokmil adalah Tri Bhakti, yang bertujuan untuk menguatkan kolaborasi sipil-militer dalam respons cepat. Maka itu, lanjut dokter Dian, Tri Bhakti yang jadi pedoman Perdokmil antara lain solid, knowledge, dan defense. “Perdokmil itu punya pedoman Tri Bhakti, yang pertama membangun soliditas dan solidaritas. Kedua, bersama-sama meningkatkan pengetahuan, knowledge tentang kedokteran militer atau kedaruratan. Ketiga, menguatkan kolaborasi sipil-militer dalam respons cepat sebagai bentuk pertahanan,” lanjutnya. Acara tersebut membahas kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari paradigma baru pertahanan negara. Kapal rumah sakit sepanjang 122 meter ini dipilih sebagai lokasi seminar untuk menegaskan kemampuan mobilitas medis TNI AL hingga ke pelosok negeri. Dalam sambutannya, Dr. Nora, menyebut pelantikan pengurus Perdokmil Jawa Timur di kapal rumah sakit militer ini menjadi simbol kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan medis yang cepat dan luas saat terjadi bencana. “Kita adakan pelantikan pengurus Perdokmil Jawa Timur ini di kapal perang dengan harapan bahwa kapal ini selalu siap bergerak pada saat bencana, dengan cepat dan melayani sebanyak-banyaknya masyarakat,” jelas dokter Nora. Perdokmil memperlihatkan keseriusannya dalam menghadapi dinamika krisis kesehatan melalui sinergi seluruh elemen. Dr. Nora menyampaikan. “Perdokmil juga ingin menegaskan kesiapan untuk menjadi wadah kolaborasi bagi semua ilmu kedokteran, yang ingin ikut menjaga ketahanan kesehatan nasional. Khususnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal untuk masyarakat di daerah terkecil, terdepan dan tertinggal,” ujarnya. Selain pelantikan, acara tersebut juga sekaligus menggelar Seminar Nasional Global Health Security dengan tajuk “Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Menghadapi Ancaman Biologis dan Pandemi untuk Ketahanan Nasional”. Menyampaikan amanat tertulis dari Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Kepala Dinas Kesehatan Koarmada II, Kolonel Laut (K) dr. Agung Kristyono, menekankan penguatan kapasitas tenaga kesehatan militer menjadi hal penting di tengah dinamika ancaman global di saat sekarang. Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito yang juga hadir secara langsung dalam pelantikan Pengurus Perdokmil Jawa Timur di KRI dr. Soeharso-990 tersebut. Ia sepakat bahwa keamanan kesehatan global ialah pilar penting dalam ketahanan nasional. Khususnya untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 3T yang mengutamakan daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Prihati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan beragam persoalan di daerah-daerah 3T. “Untuk melaksanakan program ini, kita akan pilih daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan sesuai dengan standar. Maka kita akan bekerja sama dengan menggunakan kapal rumah sakit TNI AL seperti ini, untuk melakukan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di daerah-daerah 3T. Ini adalah harapan kita ke depannya untuk berkolaborasi,” jelas Prihati.
Di atas KRI dr. Soeharso-990, ratusan peserta lintas sektor berkumpul membahas krisis kesehatan. Seminar sekaligus pelantikan pengurus Perdokmil Jawa Timur ini juga menjadi titik temu antara militer, tenaga medis, akademisi, hingga organisasi kemanusiaan dalam merespons potensi pandemi di masa depan. Forum ini juga menekankan satu hal di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman global, bahwa ketahanan kesehatan melalui kolaborasi multipihak yang solid harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pertahanan negara. Dalam hal Global Health Security, seminar ini juga membahas peran militer dalam respons cepat dan penyaluran bantuan saat terjadi bencana atau pandemi. Terdapat juga diskusi interaktif dengan peserta seminar yang membuat forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan yang dinamis dan solutif untuk satu hal penting, yaitu ketahanan kesehatan nasional, kesiapsiagaan, serta pengurangan bahaya dalam berbagai aspek terkait risiko kesehatan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News