KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengungkapkan bahwa tren penjualan Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) pasca lebaran 2026 akan mengalami penurunan. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa tren penjualan AMDK pasca lebaran tidak akan mengalami penurunan yang signifikan setelah momen Ramadhan dan Lebaran 2026. "Pasca Lebaran 2026, penjualan AMDK mengalami penurunan dari puncak Ramadan-Lebaran, tetapi tidak akan drastis dan bersifat normalisasi semata," ujar Karyanto Wibowo kepada Kontan, Rabu (25/3/2026).
Karyanto menuturkan bahwa penurunan tren penjualan AMDK terjadi karena menurunnya mobilitas masyarakat. Dia juga menilai saat ini masyarakat masih ingin menghabiskan stok produk yang sudah dibeli sebelum lebaran.
Baca Juga: Pendapatan Matahari Department Store (LPPF) Melemah 9,6% Sepanjang 2025 "(Penurunan) disebabkan oleh menurunnya mobilitas masyarakat setelah arus balik serta menghabiskan stok produk yang dibeli selama periode Idul Fitri," sebut dia. Dengan adanya prediksi penurunan tren penjualan, AMDATARA memastikan permintaan produk AMDK masih tetap stabil. "Meski demikian, permintaan produk AMDK secara keseluruhan diperkirakan tetap stabil karena sifatnya sebagai kebutuhan esensial sehari-hari," ungkap Karyanto. Sebelumnya, Perputaran ekonomi selama bulan Ramadhan hingga lebaran 2026 diproyeksi bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional. Sejumlah sektor industri pun membantu pertumbuhan ekonomi nasional tersebut. Salah satunya yakni yang diungkap oleh Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) dalam tren penjualan air mineral dalam kemasan (AMDK). Selama bulan Ramadhan hingga libur lebaran 2026, AMDK tercatat mengalami lonjakan penjualan hingga 20% dibandingkan hari biasanya. Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo menjelaskan bahwa puncak permintaan penjualan AMDK terjadi pada pekan ketika selama bulan Ramadhan. Faktor utama yang membuat penjualan AMDK meningkat adalah adanya kebutuhan hidrasi tinggi selama puasa, aktivitas ibadah termasuk buka puasa bersama, arus mudik besar-besaran, serta
open house dan silaturahmi. Karyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan AMDK karena sifat AMDK inelastis. AMDK merupakan kebutuhan primer hidrasi. "Pertumbuhan penjualan didorong oleh sifat inelastis AMDK sebagai kebutuhan primer hidrasi puasa, mudik, dan aktivitas sosial, sehingga tetap dibeli, meski daya beli masyarakat sedikit berkurang," ucap dia.
Penjualan AMDK meningkat untuk kemasan botol kecil (220 ml- 600 ml). Sebab, ukuran kemasan tersebut menjadi primadona di luar rumah dan perjalanan karena sangat praktis. "Meski menghadapi tantangan daya beli dan ekonomi, momen ini tetap menjadi booster tahunan yang kuat bagi industri AMDK, dengan pertumbuhan keseluruhan sektor diproyeksikan positif 5–6% di tahun 2026," jelas Karyanto.
Baca Juga: Avtur Diprediksi Naik Usai Lebaran, Risiko Tekan Kinerja Maskapai Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News