Jakarta. Investor asal negeri kanguru makin berminat menanamkan uangnya di Indonesia. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Australia Indonesia Business Council (AIBC) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Banten Global Development (BGD) agar mau menanamkan investasi di Banten. Direktur Utama BGD Sudibyo mengatakan, kerja sama antara BGD dengan AIBC itu terkait penjajakan investasi yang ada di Provinsi Banten. Salah satu proyek yang diajukan BGD adalah pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 3X450 Megawatt (MW) di kawasan industri terintegrasi seluas 700 hektare di daerah Kohod dan Tanjung Burung yang berlokasi di mulut sungai Cisadane. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi senilai US$ 1,3 miliar atau setara dengan Rp 16,9 triliun. "Ini nanti akan ditawarkan kepada perusahaan yang menjadi anggota AIBC," ujar Sudibyo, Senin (10/10).
Pengusaha Australia ingin berbisnis di Banten
Jakarta. Investor asal negeri kanguru makin berminat menanamkan uangnya di Indonesia. Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Australia Indonesia Business Council (AIBC) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Banten Global Development (BGD) agar mau menanamkan investasi di Banten. Direktur Utama BGD Sudibyo mengatakan, kerja sama antara BGD dengan AIBC itu terkait penjajakan investasi yang ada di Provinsi Banten. Salah satu proyek yang diajukan BGD adalah pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 3X450 Megawatt (MW) di kawasan industri terintegrasi seluas 700 hektare di daerah Kohod dan Tanjung Burung yang berlokasi di mulut sungai Cisadane. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi senilai US$ 1,3 miliar atau setara dengan Rp 16,9 triliun. "Ini nanti akan ditawarkan kepada perusahaan yang menjadi anggota AIBC," ujar Sudibyo, Senin (10/10).