Pengusaha Bioskop Berharap Berkah dari Liburan Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola bioskop di Indonesia masih berupaya bangkit secara utuh selepas pandemi Covid-19. Momen libur Natal dan tahun baru nanti semestinya bisa mendorong peningkatan kinerja para pengusaha bioskop. 

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengaku, tingkat pemulihan kinerja perusahaan pengelola bioskop nasional setelah pandemi berakhir masih di level 50%.

Adanya sejumlah film yang laris ditonton sejak tahun lalu seperti KKN Di Desa Penari, Sewu Dino, hingga Petualangan Sherina 2 tidak bisa menjadi tolak ukur bagi kinerja bioskop di Tanah Air.


"Faktanya banyak juga film yang jumlah penontonnya tidak sampai 100.000 orang selama waktu penayangan," ujar Djonny, Senin (4/12).

Baca Juga: Kemenperin Dukung Percepatan Industri 4.0 dan Target Pengurangan Emisi GRK

Saat ini pun bioskop-bioskop di Indonesia dianggap cenderung ramai dikunjungi penonton ketika waktu akhir pekan saja. Rendahnya jumlah penonton ini tidak hanya terjadi saat penayangan film nasional, melainkan juga beberapa film internasional. 

"Tampaknya belum ada film yang bisa meningkatkan gairah penonton secara signifikan," lanjut dia.

GPBSI berharap momentum liburan akhir tahun bisa meningkatkan jumlah penonton sehingga berdampak positif bagi pendapatan pengelola bioskop. Asal tahu saja, terdapat beberapa film yang sedang dan akan tayang di Indonesia sepanjang Desember 2023.

Misalnya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, 13 Bom di Jakarta, Wonka, dan Aquaman and the Lost Kingdom.

Lebih lanjut, GPBSI menyebut beberapa bioskop, terutama di kota-kota sekunder, berpotensi memberi diskon harga tiket. Hal ini demi memancing lebih banyak masyarakat untuk menonton film di bioskop.

GPBSI juga mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 2.500 layar bioskop yang beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah ini tumbuh sekitar 200 layar dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Roca Group Resmikan Terowongan Kiln Elektrik Pertama Untuk Produksi Keramik Sanitasi

Hanya beberapa pengusaha bioskop saja dengan pangsa pasar besar yang sejauh ini cukup getol membuka jaringan bioskop baru.  "Kalau tidak ada pandemi, mungkin saat ini ada lebih dari 3.000 layar bioskop yang beroperasi di Indonesia," imbuh Djonny.

Salah satu pengelola bioskop, yakni PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI telah memiliki 1.239 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 56 kota Indonesia hingga akhir semester I-2023. Manajemen Cinema XXI pernah mengutarakan akan membuka 80 layar baru hingga akhir 2023 dan 140 layar baru pada 2024 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi