Pengusaha China incar investasi di industri perikanan



JAKARTA. Terbatasnya pasokan ikan di negara sendiri membuat pengusaha perikanan dari China berusaha mencari alternatif pasokan ikan alternatif. Salah satu negara yang dilirik untuk mendapatkan pasokan ikan untuk kebutuhan rakyat China itu adalah Indonesia.

“Beberapa asosiasi sudah menandatangani kesepakatan kerjasama,” kata Thomas Darmawan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) di Jakarta, Rabu (29/9). Sektor yang menjadi fokus kerjasama adalah investasi, yaitu investasi perusahaan pengolahan ikan di Indonesia dengan pengusaha yang akan investasi di sektor penangkapan.

Rencana investasi pengusaha China tersebut adalah di bidang penangkapan ikan di wilayah perairan laut China Selatan dengan daerah yang sedang dilirik adalah Bangka Belitung. Menurut Thomas, ada rencana pengusaha China akan menanamkan modalnya untuk membeli 50 unit kapal kapasitas sebesar 300 GT. “Mereka harus kerjasama dengan pengusaha dalam negeri karena kapalnya harus mendaratkan ikan di Indonesia,” jelas Thomas.


Selain penangkapan, ada juga yang menginginkan investasi di tingkat pengolahan ikan yang terintegrasi dengan akses pelabuhan ikan maupun saran industri perikanan lainnya. Rencananya, dalam waktu dekat ini Thomas akan menyambut kedatangan calon investor tersebut. “Salah satu perusahaan China yang berminat investasi tersebut adalah Guolian Aquatic yang saat ini sudah memiliki pabrik pengolahan kapasitas 1 juta ton di China,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Djumyati P.