Pengusaha Ini Perkuat Bisnis Hotel dan Ekosistem Seni di Sydney



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha properti Iwan Sunito terus memperkuat portofolio hotelnya di Australia dengan mengusung konsep berkelanjutan. Strategi tersebut tidak hanya berorientasi pada fungsi komersial, tetapi juga mengedepankan manfaat sosial bagi masyarakat.

Konsep ini diwujudkan dengan menyeimbangkan pengembangan bisnis hotel dan penyediaan fasilitas yang memiliki tujuan sosial. Untuk itu, Iwan lewat Sunito Foundation meluncurkan One Muse di kawasan One Global Resorts dan Green Square, Sydney, Australia.

One Muse menjadi wadah yang menghadirkan berbagai kegiatan, seperti pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses lapangan pekerjaan, serta penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.


Fasilitas ini juga membantu setiap individu membangun kepercayaan diri, kemampuan, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas. One Muse juga ingin berjalan bersama keluarga agar mereka dapat melihat potensi sekaligus masa depan anak-anak.

Baca Juga: Proyek Iwan Sunito Kantongi Status Prioritas dari Pemerintah NSW Australia

Iwan mengatakan, inspirasi peluncuran One Muse terinpirasi datang dari Hannah Sunito yang memiliki kebutuhan belajar khusus tapi berkembang menjadi seniman dengan beragam pencapaian berkat dukungan keluarga dan komunitas. 

Karya Hanna telah dipamerkan di sejumlah lokasi di Sydney. Pada 2021 juga meraih juara kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition dan kemudian sukses menggelar pameran tunggal pertamanya.

“One Muse hanya langkah pertama. Ke depan, Sunito Foundation juga akan mengembangkan One Muse Art Street, yang membawa semangat seni dari venue ke jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library,” kata Iwan dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Kawasan itu nantinya akan menghadirkan live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, serta kegiatan komunitas. Konsepnya ditujukan sebagai ruang kreatif yang inklusif, tempat seniman, musisi, penampil, dan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berpartisipasi.

Iwan mengungkapkan, One Muse tengah berdiskusi dengan Pemerintah Kota Sydney untuk menjadikan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni, dengan tetap mengikuti regulasi. “Seni tidak seharusnya terbatas di dalam ruangan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan publik yang dapat dinikmati seluruh komunitas,” ujarnya.

Baca Juga: One Global Capital Tambah Portofolio Hotel di Sydney

Dalam jangka panjang, lanjutnya, One Muse dan One Muse Art Street diharapkan menjadi representasi Sunito Foundation yang menghubungkan seniman, keluarga, sekolah, dunia usaha, warga, pengunjung, dan organisasi kreatif. 

Platform tersebut juga membuka kesempatan bagi individu dengan kebutuhan belajar khusus untuk mengembangkan potensi sebagai seniman, pekerja, entrepreneur, penampil, maupun anggota masyarakat.

Sunito Foundation melalui One Muse mendorong inklusi sosial dengan membuka peluang melalui pameran, penjualan karya, workshop, kolaborasi, pekerjaan, dan penyewaan karya seni.  Misi sosial tersebut ditopang kinerja kuat One Global Resorts Green Square dengan okupansi rata-rata 95,07% semester I-2026 dan pendapatan kotor AUD 5,6 juta. Hotel ini juga meraih Tripadvisor Travelers’ Choice Best of the Best 2026 dan menempati peringkat ke-12 dari 196 hotel di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News