Pengusaha Kripto Justin Sun Bayar US$10 Juta untuk Menyelesaikan Kasus Penipuan SEC



KONTAN.CO.ID - Pengusaha kripto asal China Justin Sun mencapai kesepakatan senilai US$10 juta untuk menyelesaikan kasus penipuan perdata yang diajukan oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) terkait aktivitas perdagangannya.

Kesepakatan yang diumumkan pada Kamis (5/3/2026) ini masih memerlukan persetujuan pengadilan, dengan pembayaran dilakukan oleh salah satu perusahaan milik Sun.

Sun dan perusahaannya tidak mengakui maupun menolak tuduhan pelanggaran, menurut surat SEC kepada Hakim Distrik AS Edgardo Ramos di Manhattan.


Baca Juga: Inflasi Vietnam Meningkat ke 3,35% pada Februari, Produksi Industri Melambat

"Saya senang dapat mengonfirmasi bahwa SEC telah mengajukan permohonan untuk menghentikan semua klaim terhadap saya, Tron Foundation, dan BitTorrent Foundation," kata Sun dalam pernyataan yang diposting di X dilansir dari Reuters Jumat (6/3/2026).

"Penyelesaian hari ini membawa penutupan kasus."

Kasus ini diajukan pada Maret 2023, di bawah kepemimpinan Gary Gensler yang menjabat Ketua SEC pada masa Presiden Joe Biden.

SEC menuduh Sun dan perusahaannya Tron Foundation, BitTorrent Foundation, dan Rainberry melakukan skema ilegal untuk mendistribusikan aset kripto Tronix dan BitTorrent, meningkatkan volume perdagangan secara artifisial, serta menyembunyikan pembayaran kepada selebritas yang mempromosikan aset tersebut.

Sun, 35 tahun, dituduh menghasilkan US$31 juta secara ilegal dengan memerintahkan karyawan melakukan ratusan ribu perdagangan Tronix antarakun miliknya, menciptakan kesan perdagangan yang sah.

Baca Juga: Rupiah Memimpin Pelemahan Jumat (6/3), Won Korea Paling Menguat di Pasar Asia

Dia juga dituduh menggunakan selebritas seperti aktris Lindsay Lohan, penyanyi Akon dan Ne-Yo, serta influencer Jake Paul untuk mempromosikan Tronix dan BitTorrent di media sosial, sambil menyembunyikan bahwa mereka dibayar untuk promosi tersebut.

Pada Februari 2025, setelah kembalinya Presiden Donald Trump ke Gedung Putih, SEC menunda kasus ini untuk mengeksplorasi kemungkinan penyelesaian.

Sun juga menjadi salah satu pembeli utama token kripto World Liberty Financial, yang sebagian dimiliki Trump.

Beberapa pihak menyoroti kesepakatan ini. Senator Elizabeth Warren, Demokrat teratas di Komite Perbankan Senat AS, mengkritik kesepakatan tersebut.

"SEC seharusnya tidak menjadi anjing penjaga bagi teman-teman miliarder Trump," katanya.

Baca Juga: Peluang Kerja Lulusan Singapura Turun: Gaji Tetap, Risiko Sulit Cari Kerja

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan, "Presiden selalu termotivasi semata-mata oleh apa yang terbaik bagi rakyat Amerika."

Hingga saat ini, World Liberty Financial belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

TAG: