JAKARTA. Paket kebijakan ekonomi jilid X yang membebaskan banyak sektor usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI), rupanya tidak seluruhnya direspon positif oleh pengusaha. Pengusaha restoran misalnya, meminta sektor ini dibatasi dari kepemilikan asing meski asing sudah diperbolehkan masuk 100%. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, tujuan dari paket kebijakan tersebut bagus karena membuka peluang investasi asing. Namun, pemerintah juga harus jeli melihat kebawah lantaran di sektor restoran dan katering, masih banyak pengusaha kelas menengah dan kecil. "Sebagian dari teman-teman masih keberatan," kata Hariyadi, senin (15/2).
Pengusaha kuliner minta kepemilikan asing dibatasi
JAKARTA. Paket kebijakan ekonomi jilid X yang membebaskan banyak sektor usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI), rupanya tidak seluruhnya direspon positif oleh pengusaha. Pengusaha restoran misalnya, meminta sektor ini dibatasi dari kepemilikan asing meski asing sudah diperbolehkan masuk 100%. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani mengatakan, tujuan dari paket kebijakan tersebut bagus karena membuka peluang investasi asing. Namun, pemerintah juga harus jeli melihat kebawah lantaran di sektor restoran dan katering, masih banyak pengusaha kelas menengah dan kecil. "Sebagian dari teman-teman masih keberatan," kata Hariyadi, senin (15/2).