Pengusaha makanan kemasan terkena dampak kasus makarel kaleng bercacing



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beredarnya kabar penemuan cacing parasit di dalam ikan makarel kemasan kaleng, membuat rugi pengusaha. Kerugian tersebut dialami pelaku industri makanan dan minuman maupun pengusaha kemasan kaleng.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI) Arief Junaidi menjelaskan, dampaknya industri pengalengan ikan menurun produksinya. "Bahkan penurunannya ada yang sampai 90%. Penurunan ini otomatis berdampak pada industri kaleng," kata Arief kepada KONTAN, Minggu (6/5).

Dia juga menyebut, untuk produksi makarel, ada yang masih stop total. Tapi produksi ikan sarden masih ada, walaupun kecil. "Biasanya menjelang puasa dan Lebaran pembelian kaleng sarden sangat tinggi, tatapi tahun ini mengerikan," katanya.


Arief mengatakan, penurunan ini sifatnya bukan sementara saja. Saat ini, tiap anggota sudah punya jadwal produksi kaleng untuk pengalengan ikan untuk beberapa bulan ke depan. Dan kenyataannya memang sudah ada penurunan permintaan dalam jumlah besar.

"Yang lebih mengkawatirkan adalah masalah cash flow kami. Karena konsumen kami dari industri pengalengan ikan melakukan penundaan pembayaran dan bahkan ada yang sampai membatalkan kontrak," kata Arief.

Sementara itu, Adhi S Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengatakan kabar tentang penemuan cacing parasit tersebut memang berpengaruh bagi industri makanan kaleng ikan. Namun menurutnya, hal ini sudah mulai pulih.

"Kaleng tidak hanya ikan. Masih ada buah, susu serta makanan lainnya," kata Adhi kepada KONTAN, Minggu (6/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie