JAKARTA. Kalangan pengusaha kakao mendesak pemerintah menerapkan peraturan wajib fermentasi bagi seluruh penjualan kakao di Indonesia. Hal itu mendesak dilakukan untuk mendongkrak nilai penjualan kakao yang selama ini dinilai masih rendah. Ketua Umum Asosiasi Kakao Fermentasi Indonesia, Syamsuddin Said mengatakan, fermentasi bisa mendongkrak harga jual kakao lebih baik. Ia mengatakan, ada selisih harga mulai dari Rp 2.000 per kg hingga Rp 7.000 per kg bila sudah difermentasi. Kalau misalkan harga biji kakao non fermentasi yang diperdagangangkan dalam negeri sebesar Rp 30.000 per kg, maka harga itu bisa naik menjadi Rp 37.000 per kg setelah di fermentasi.
Pengusaha minta kewajiban fermentasi kakao
JAKARTA. Kalangan pengusaha kakao mendesak pemerintah menerapkan peraturan wajib fermentasi bagi seluruh penjualan kakao di Indonesia. Hal itu mendesak dilakukan untuk mendongkrak nilai penjualan kakao yang selama ini dinilai masih rendah. Ketua Umum Asosiasi Kakao Fermentasi Indonesia, Syamsuddin Said mengatakan, fermentasi bisa mendongkrak harga jual kakao lebih baik. Ia mengatakan, ada selisih harga mulai dari Rp 2.000 per kg hingga Rp 7.000 per kg bila sudah difermentasi. Kalau misalkan harga biji kakao non fermentasi yang diperdagangangkan dalam negeri sebesar Rp 30.000 per kg, maka harga itu bisa naik menjadi Rp 37.000 per kg setelah di fermentasi.