KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sederet pengusaha mengaku tetap optimistis terhadap arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) ke depan, setelah sebelumnya kinerja indeks mengalami tekanan kuat di sepanjang semester I-2026. Pengusaha Tanah Air, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada kondisi fundamental emiten yang dinilai masih solid. Berdasarkan pengamatannya, khususnya terhadap perusahaan-perusahaan di grup usahanya, tidak ada kondisi fundamental yang mengkhawatirkan.
"Jadi saya optimis sekali. Menurut saya tinggal persepsi aja. Banyak perusahaan-perusahaan yang bagus. Mungkin, ya katakanlah tinggal bagaimana kita bisa mengkomunikasikannya ke pemegang saham," kata Boy di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: IHSG Bergerak Fluktuatif di Awal Perdagangan Jumat (10/7), ANTM Pimpin Penguatan LQ45 Selain faktor fundamental, Boy juga menilai dukungan pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kembali kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan terbuka yang telah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik. "Jadi saya rasa nanti kita dengan pemerintah sama-sama lah. So far tentunya dukungan dari pemerintah juga sangat positif, cuman ya kalau bisa lebih, lebih bagus lagi gitu," ujar Boy Thohir. Terkait peluang IHSG kembali menembus level 9.000, Boy mengaku sangat optimistis. Meski membutuhkan waktu, ia meyakini pasar saham Indonesia masih memiliki ruang untuk kembali mencetak rekor baru. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang Industri (KADIN), Anindya Bakrie, juga mengaku optimis IHSG bisa kembali mencetak
all-time high beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways pada Jumat (10/7), Ini Rekomendasi Analis Optimisme itu ditopang oleh fundamental makroekonomi Indonesia yang diklaim terus bertumbuh, angka inflasi Indonesia juga masih terjaga di kisaran 1% hingga 2%, serta kondisi lapangan kerja di Indonesia juga bertambah hingga 800 ribu di kuartal I-2026. “Saya bisa mengatakan begini, dalam jangka waktu 3 tahun, ini indeks bukan hanya kembali normal, akan lebih daripada sebelumnya karena fundamentalnya besar," ucap Anin. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News