Pengusaha pakan: Impor gandum untuk pakan ternak jauh lebih rendah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor pakan ternak tahun 2017 jauh lebih rendah dari yang dituduhkan Asosisasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo menyatakan, impor gandum 2017 untuk pakan ternak kecil. "Impor gandum untuk pakan 2017 hanya sekitar 200.000 metrik ton," ujar Desianto kepada Kontan.co,id, Minggu (25/2).

Desianto bilang, gandum yang diimpor untuk pakan ternak berbeda dengan gandum untuk tepung terigu. Kedua gandum tersebut memiliki kode harmonized system (HS) yang berbeda.


Impor gandum digunakan sebagai bahan campuran bagi pakan ternak. Sementara untuk bahan baku utama pakan ternak menggunakan jagung yang diproduksi petani lokal.

Gandum yang biasa digunakan oleh pakan ternak dengan kode HS 10019999 memperlihatkan penurunan impor pada tahun 2017 sebesar 89% dibandingkan dengan 2016. Impor gandum dengan kode HS tersebut pada tahun 2017 tercatat hanya sebesar 204.613 ton turun dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 1,81 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati