JAKARTA. Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) kembali mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menuntut hilirisasi rumput laut, tetapi belum memihak para pelaku mulai dari hulu hingga hilir. Menurut Ketua ARLI Safari Azis, untuk melakukan hilirisasi pelaku usaha masih menemui berbagai hambatan seperti teknologi yang belum mendukung, sumber daya manusia yang belum memadai, bahan kimia untuk mengolah yang masih harus impor, sistem logistik yang belum begitu baik, sampai peraturan mengenai limbah yang belum jelas. Saat ini anggota ARLI tengah dibuat pusing oleh aturan yang berkaitan dengan limbah industri ini. "Beberapa dari anggota ARLI bahkan harus berurusan dengan hukum," ujar Safari melalui rilisnya, Senin (26/10).
Pengusaha pertanyakan hilirisasi rumput laut
JAKARTA. Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) kembali mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menuntut hilirisasi rumput laut, tetapi belum memihak para pelaku mulai dari hulu hingga hilir. Menurut Ketua ARLI Safari Azis, untuk melakukan hilirisasi pelaku usaha masih menemui berbagai hambatan seperti teknologi yang belum mendukung, sumber daya manusia yang belum memadai, bahan kimia untuk mengolah yang masih harus impor, sistem logistik yang belum begitu baik, sampai peraturan mengenai limbah yang belum jelas. Saat ini anggota ARLI tengah dibuat pusing oleh aturan yang berkaitan dengan limbah industri ini. "Beberapa dari anggota ARLI bahkan harus berurusan dengan hukum," ujar Safari melalui rilisnya, Senin (26/10).