JAKARTA. Mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat jantung para pebisnis deg-degan. Setyono Djuandi Darmono Pendiri dan Presiden Komisaris PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, mengharapkan, pemerintah bergerak cepat dalam menangani nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS yang mencapai level Rp 13.928 per dollar. "Kurs yang normal 14.000 itu sudah aman. Jangan diteruskan melemah lagi, kalau bisa diperkuat," katanya, Senin (24/8). Perusahaan berkode saham KIJA ini sudah mengantisipasi pelemahan kurs ini melalui lindung nilai (hedging). Misalnya, perusahaan melakukan hedging dana senilai US$ 100 juta-US$ 150 juta di level rupiah Rp 14.800 per dollar. "Kalau rupiah bisa tembus Rp 14.800 per dollar itu akan bahaya," tambahnya. Cara lain perusahaan menangkal pelemahan kurs ini dengan penggunaan konten lokal dalam membangun properti. Misalnya, pemilihan komponen batu, semen dan furnitur dari dalam negeri karena perusahaan tidak menanggung biaya (cost) dari barang hasil import. Lanjutnya, jika pemerintah terus membiarkan pelemahan rupiah ini, maka akan berakibat buruk terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Pengusaha properti ingin rupiah bertahan Rp 14.000
JAKARTA. Mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat jantung para pebisnis deg-degan. Setyono Djuandi Darmono Pendiri dan Presiden Komisaris PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, mengharapkan, pemerintah bergerak cepat dalam menangani nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS yang mencapai level Rp 13.928 per dollar. "Kurs yang normal 14.000 itu sudah aman. Jangan diteruskan melemah lagi, kalau bisa diperkuat," katanya, Senin (24/8). Perusahaan berkode saham KIJA ini sudah mengantisipasi pelemahan kurs ini melalui lindung nilai (hedging). Misalnya, perusahaan melakukan hedging dana senilai US$ 100 juta-US$ 150 juta di level rupiah Rp 14.800 per dollar. "Kalau rupiah bisa tembus Rp 14.800 per dollar itu akan bahaya," tambahnya. Cara lain perusahaan menangkal pelemahan kurs ini dengan penggunaan konten lokal dalam membangun properti. Misalnya, pemilihan komponen batu, semen dan furnitur dari dalam negeri karena perusahaan tidak menanggung biaya (cost) dari barang hasil import. Lanjutnya, jika pemerintah terus membiarkan pelemahan rupiah ini, maka akan berakibat buruk terhadap kinerja keuangan perusahaan.