KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GapkiI) menyebut perluasan cakupan European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap sejumlah produk turunan minyak sawit masih menyisakan sejumlah catatan. Gapki berharap Uni Eropa dapat mengakui skema sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dalam implementasi aturan EUDR tersebut. Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, pihaknya telah menyampaikan masukan kepada Uni Eropa terkait revisi aturan tersebut. Menurutnya, terdapat dua hal yang dinilai belum konsisten dalam perluasan cakupan EUDR. “Pertama terkait definisi produk turunan kelapa sawit. Kedua, logika metodologis dalam penambahan produk-produk turunan tersebut, sementara kulit samak dan kulit mentah justru dikeluarkan atas dasar koherensi rantai pasok. Gapki meminta agar ISPO diakui,” ujar Eddy kepada KONTAN, Selasa (14/7/2026).
Pengusaha Sawit Berharap Uni Eropa Akui Sertifikasi ISPO dalam Penerapan EUDR
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GapkiI) menyebut perluasan cakupan European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap sejumlah produk turunan minyak sawit masih menyisakan sejumlah catatan. Gapki berharap Uni Eropa dapat mengakui skema sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dalam implementasi aturan EUDR tersebut. Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, pihaknya telah menyampaikan masukan kepada Uni Eropa terkait revisi aturan tersebut. Menurutnya, terdapat dua hal yang dinilai belum konsisten dalam perluasan cakupan EUDR. “Pertama terkait definisi produk turunan kelapa sawit. Kedua, logika metodologis dalam penambahan produk-produk turunan tersebut, sementara kulit samak dan kulit mentah justru dikeluarkan atas dasar koherensi rantai pasok. Gapki meminta agar ISPO diakui,” ujar Eddy kepada KONTAN, Selasa (14/7/2026).