Pengusaha tekstil berharap rupiah lebih stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan dollar AS sejatinya bakal menguntungkan para produsen garmen yang kebanyakan berorientasi ekspor. Namun, kenaikan dollar AS juga dibarengi dengan naiknya bahan baku tekstil yang sebagian besar pun masih impor.

Anne Patricia Sutanto, Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengatakan, untuk garmen berorientasi ekspor nilai tukar yang lebih stabil akan lebih baik untuk bisnis. Namun ia tak menampik juga, keadaan pasar global saat ini bakal mendorong permintaan garmen dari Indonesia.

"Khususnya menegangnya hubungan dagang AS dengan China, Indonesia yang juga menjadi negara manufaktur garmen yang berkompetisi dengan China ini hal positifnya," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Kamis (4/9).


Lebih lanjut ia mengungkapkan, upaya pemerintah dan pengusaha sektor tekstil dalam merundingkan berbagai perjanjian dagang bilateral dan multilateral, memberi sentimen positif akan garmen dan tekstil berorientasi ekspor.

"Diharapkan momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk konsisten dengan penyelesaian berbagai perundingan hubungan dagang tersebut," sebut Anne. Mengintip laporan keuangan PBRX semester-I 2018, penjualan perseroan 93% nya atau US$ 241 juta berasal dari pasar ekspor.

Penjualan ekspor tercatat tumbuh 13% year on year (yoy) dibandingkan tahun lalu yang hanya US$ 212 juta. Sedangkan penjualan lokal perseroan turun 34% menjadi US$ 19 juta di paruh pertama tahun ini.

Meskipun secara total, pendapatan PBRX tumbuh 7,8% yoy menjadi US$ 260 juta tapi laba bersih perusahaan tercatat turun 15% yoy menjadi US$ 3,49 juta. Jika dicermati, beban keuangan PBRX meningkat 23% dari US$ 7,8 juta di semester-I 2017 menjadi US$ 9,6 juta di semester-I 2018.

Selain itu perusahaan juga memperoleh beban pendapatan lainnya, yang sebagian besar berasal dari rugi selisih kurs. Meski penjualan mayoritas ekspor, bahan baku PBRX masih didominasi impor seperti synthetic woven yang mengisi 70%-80% kebutuhan material perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti