Pengusaha Waspada Ketidakpastian Global Pengaruhi Kinerja Penjualan Ritel 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha ritel cukup waspada akan proyek penjualan pada tahun 2023. 

Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) Tutum Rahanta mengatakan, ini terkait dengan potensi resesi global. Menurutnya, potensi resesi global akan berdampak pada Indonesia. Bila terjadi ketidakpastian ekonomi, rakyat akan mengerem konsumsi. 

"Produk kami sangat mengandalkan pendapatan masyarakat, yaitu pekerjaan. Kalau perekonomian tidak pasti, masyarakat bisa menahan belanja," ujar Tutum kepada Kontan.co.id, Selasa (10/1). 


Baca Juga: Terlecut Momen Imlek, Hippindo Prediksi Kenaikan Penjualan Bisa Capai 30%

Dengan demikian, ia berharap konsumsi rumah tangga tetap dijaga oleh pemerintah. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga. Namun, secara garis besar, Tutum melihat kinerja penjualan ritel sudah jauh membaik bila dibandingkan saat pandemi Covid-19. 

Kinerja ini yang para peritel coba pertahankan dengan berbagai strategi. Plus, dengan memaksimalkan bila ada momen musiman yang akan mendongkrak kinerja penjualan. 

"Seperti saat Imlek di awal tahun ini, kemudian menjelang bulan Ramadhan. Itu pola musiman," tandasnya. 

Baca Juga: Hippindo Proyeksikan Kenaikan Penjualan Bisa Capai 30% di Momen Imlek

Sebagai tambahan informasi, data terbaru Bank Indonesia (BI), memang BI melihat ada potensi peningkatan kinerja penjualan eceran pada akhir tahun 2022. Hasil Survei Penjualan Eceran BI pada Desember 2022 menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2022 sebesar 216,4. Ini meningkat 6,3% dibandingkan IPR pada bulan November 2022 yang sebesar 203,5. 

Pertumbuhan IPR Desember 2022 pun lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,4% MoM. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .