Peningkatan Frekuensi Belanja Konsumen Dorong Kinerja (AMRT) pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I-2026. 

Peningkatan frekuensi belanja, strategi promosi yang lebih terarah hingga momentum Ramadan dan Lebaran mampu menopang pertumbuhan penjualan dan laba perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangannya per semester I-2026, laba bersih perusahaan tercatat Rp 2,02 triliun. Perolehan itu naik 7,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,88 triliun.


Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham (EPS) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi Rp49,23 per saham, dibandingkan Rp45,37 per saham pada semester I-2025. 

Baca Juga: Sumi Indo Kabel (IKBI) Tebar Dividen Tunai Rp 54,23 Miliar, Potensi Yield Capai 7,45%

Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan neto yang mencapai Rp 67,96 triliun, naik 6,49% dari Rp 63,81 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, beban pokok pendapatan turut naik menjadi Rp 52,80 triliun dari sebelumnya Rp 49,83 triliun.

Direktur AMRT Solihin mengatakan, meningkatnya frekuensi belanja konsumen menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja perseroan pada semester pertama tahun ini. 

Di samping itu, strategi promosi yang diterapkan perusahaan serta momentum Ramadan dan Lebaran turut menopang pertumbuhan kinerja pada semester pertama tahun ini.

"Jadi kita sudah melakukan promosi secara personalisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan selama ini, sehingga promosi kita pas dengan sasarannya. Itu yang kita lakukan," kata Solihin kepada Kontan, Rabu (5/8/2026).

Selain itu, ekspansi gerai yang terus berjalan serta berbagai upaya efisiensi operasional turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Dus, Solihin menegaskan, realisasi kinerja hingga semester I-2026 masih berada sesuai dengan target yang telah ditetapkan manajemen.

Memasuki semester II-2026, AMRT tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja sebagai perusahaan yang bergerak di sektor fast moving consumer goods (FMCG). Meski demikian, perseroan tetap mencermati sejumlah tantangan, terutama daya beli masyarakat yang masih selektif serta potensi kenaikan biaya operasional.

Menurut Solihin, pola belanja konsumen kini mulai bergeser. Masyarakat semakin mempertimbangkan harga dan cenderung memilih produk dengan harga lebih terjangkau selama tetap mampu memenuhi kebutuhan mereka.

"Konsumen sekarang mencari produk yang lebih murah tetapi tetap sesuai dengan kebutuhannya. Kami harus mengantisipasi perubahan perilaku tersebut dengan menyediakan produk yang memang dibutuhkan pelanggan," ujarnya.

Dari sisi ekspansi, AMRT masih mempertahankan target pembukaan gerai baru secara neto sebanyak 800 gerai sepanjang 2026. Meski demikian, realisasi pembukaan gerai berpeluang melampaui target apabila kondisi bisnis mendukung.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Kamis (6/8), Ini Kata Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News