Peningkatan Permintaan Kredit Bakal Picu Kenaikan Volume Transaksi PUAB pada 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volume aktivitas pasar uang antara bank (PUAB) masih berpotensi meningkat sejalan dengan tren penyaluran kredit yang terus tumbuh. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan suku bunga PUAB Rupiah diperkirakan akan naik sejalan dengan meningkatnya volume transaksi dan kenaikan bunga acuan dari bank sentral.

Pada saat yang sama, suku bunga PUAB valas juga potensial terus berlanjut naik sejalan kenaikan suku bunga offshore.

"Kenaikan volume aktivitas PUAB merupakan indikasi lain meningkatnya kebutuhan likuiditas bank aktivitas dalam jangka pendek yang disebabkan peningkatan kebutuhan untuk kredit dan aktivitas nasabah," mengutip Laporan Likuiditas LPS Februari pada Senin (27/2).


Kendati demikian, LPS melihat Bank sentral akan terus berupaya menjaga level likuiditas yang memadai di pasar uang antar bank. Lantaran bank sentral memastikan bank tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

Baca Juga: LPS Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Meningkat Secara Bertahap Pasca Pencabutan PPKM

Sedangkan Pasar Uang Antar Bank (PUAB) volume rata-rata harian PUAB rupiah all tenor naik ke level Rp 15,72 triliun pada Januari 2023. Adapun suku bunga rata-rata 5,21% di bulan pertama tahun ini.

"Salah satunya dikontribusi oleh volume rata-rata harian PUAB rupiah overnight yang naik ke level Rp 12,70 triliun dengan suku bunga rata-rata 5,10%," tambah LPS.

Sementara itu, volume rata-rata harian transaksi PUAB valas all tenor juga naik ke level US$ 193 Juta dengan suku bunga rata-rata 4,34%. Berlanjutnya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada Januari 2023 mendorong kenaikan suku bunga rata-rata PUAB. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi