Penjelasan Analis terkait Saham Gojek Tokopedia (GOTO) yang Menguat 3,2%



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup menguat 3,23% ke level Rp 128 per saham pada penutupan perdagangan Senin (6/3/2023). Posisi ini merupakan harga tertinggi GOTO sejak 3 bulan lalu tepatnya sejak 5 Desember 2022.

Penguatan saham GOTO ini disertai dengan volume perdagangan yang cukup besar. Sebanyak 3,57 miliar saham GOTO senilai Rp 454,5 miliar diperdagangkan hari ini sehingga GOTO menjadi saham teraktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Senin (6/3).

Dengan penguatan hari ini maka saham GOTO telah melesat 40,66% sejak awal tahun atau year to date (ytd). Sebagai pembanding, IHSG tercatat masih terkoreksi 0,64% sejak awal tahun, sementara indeks LQ45 hanya menguat tipis 0,39%.


Baca Juga: Beda Nasib, Ini Harga Saham ANTM dan GOTO pada Perdagangan Senin (6/3)

Sentimen positif bagi GOTO adalah emiten ini akan segera masuk indeks global Financial Times Stock Exchange (FTSE) pada 17 Maret 2023 mendatang. Indeks ini merupakan salah satu acuan bagi para fund manager dalam membuat portofolio investasi.

GOTO juga berperluang masuk ke Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Mei mendatang. GOTO belum masuk ke indeks MSCI pada Februari lalu karena belum memenuhi syarat, salah satunya telah go public minimal 1 tahun.

 
GOTO Chart by TradingView

Sebelum akhirnya menjadi penghuni indeks FTSE, manajemen pengelola indeks global tersebut telah mengakui bahwa saham-saham teknologi dalam papan new economy setara dengan papan utama. Kesetaraan status ini memungkinkan mereka ikut dalam proses seleksi atau skrining awal untuk dimasukkan dalam indeks.

Analis memperkirakan, setelah menjadi penghuni baru indeks FTSE large-cap, saham GOTO berpotensi kebanjiran arus modal, terutama dari fund manager asing yang menggunakan indeks FTSE sebagai acuan produk investasi seperti reksadana maupun Exchange Traded Fund (ETF).

Baca Juga: Angkat Perempuan di Jajaran Strategis, GOTO Mendapatkan Apresiasi

“Selain fundamentalnya, menurut kami GoTo juga mendapat manfaat dari potensi inklusi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE), bersama dengan pembelian tambahan dari dana institusional lokal (asuransi, dana pensiun dan reksa dana),” tulis Ryan Winipta dari CGS-CIMB Sekuritas dalam laporan riset terbarunya dikutip Senin (6/3).

Senada dengan Ryan Winipta, Heribertus Ariando dari Trimegah Sekuritas dalam riset terbarunya, mengatakan inklusi GOTO ke dalam indeks FTSE Indonesia dapat menjadi katalis positif untuk jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli