KONTAN.CO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, produk smartphone dan laptop mulai menonjolkan ketahanan tingkat militer atau
Military-Grade sebagai nilai jual. Apakah sertifikasi tersebut menjamin ketahanan fisik tingkat tinggi? Mari simak penjelasannya di sini. Secara sederhana,
military-grade yang dimaksud umumnya adalah MIL-STD-810, sebuah standar pengujian ketahanan yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Perlu dipahami juga, MIL-STD-810 bukanlah satu jenis uji tunggal, melainkan kumpulan metode pengujian lingkungan yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi ekstrem.
Beberapa kondisi yang diuji antara lain suhu ekstrem, kelembapan tinggi, getaran, guncangan, debu, hingga pasir. Dalam kasus perangkat gadget, sertifikasi ini tidak berarti perangkat tersebut digunakan oleh militer, melainkan hanya menunjukkan bahwa produk tersebut telah diuji di laboratorium berdasarkan metode tertentu untuk menilai daya tahannya di luar penggunaan normal.
Baca Juga: Prediksi Produk Baru Apple yang Akan Meluncur Tahun 2026 dan Jadwalnya Proses Pengujian MIL-STD-810
Dilansir dari
Gizmochina, standar MIL-STD-810 mencakup puluhan metode pengujian. Namun, untuk perangkat elektronik konsumen, produsen biasanya memilih beberapa pengujian yang paling relevan. Berikut jenis pengujian yang umum dilakukan:
- Uji Suhu Ekstrem
- Uji Kelembapan dan Paparan Air
- Uji Guncangan dan Jatuh
- Uji Getaran
- Uji Debu dan Pasir
Produsen bebas memilih jenis pengujian yang ingin mereka lakukan. Artinya, perangkat yang lulus uji suhu dan kelembapan belum tentu pernah diuji untuk ketahanan jatuh, kecuali jika tes tersebut memang dilakukan.
Baca Juga: Daftar HP 200MP 2026: Vivo, OPPO, dan Samsung Pimpin Tren Arti Sertifikasi Military-Grade pada Smartphone dan Tablet
Pada dua perangkat ini,
military-grade sering dikaitkan dengan ketahanan terhadap jatuh. Banyak perangkat diuji agar mampu bertahan dari jatuh berulang pada ketinggian tertentu dengan berbagai sudut. Selain itu, beberapa produsen juga mengombinasikan sertifikasi ini dengan rating IP (
Ingress Protection) untuk ketahanan air dan debu, serta uji toleransi suhu panas dan dingin ekstrem. Secara umum,
military-grade pada ponsel tidak berarti kebal rusak, melainkan hanya lebih tahan dibanding perangkat tanpa pengujian serupa.
Baca Juga: Lockdown Mode Apple: Fungsi, Risiko, dan Cara Mengaktifkannya Arti Sertifikasi Military-Grade pada Laptop
Selanjutnya pada laptop. Sertifikasi
military-grade cenderung lebih relevan dan terasa manfaatnya, terutama bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja di lapangan. Pengujian biasanya mencakup stabilitas kinerja pada suhu lingkungan ekstrem, ketahanan rangka dan bodi terhadap tekanan, daya tahan engsel dan komponen bergerak, serta uji getaran, jatuh, serta penggunaan berulang. Perlu dipahami juga, sertifikasi ini tetap bukan jaminan laptop tidak akan rusak, melainkan hanya bukti bahwa perangkat tersebut lolos uji ketahanan tertentu dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.
Baca Juga: Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series: Mayoritas Naik, S26 Ultra Malah Turun Apakah Sertifikasi Military-Grade Benar-benar Berguna?
Sertifikasi
military-grade pada gadget memang nyata dan berbasis standar teknis. Bagi smartphone, tablet, dan laptop, sertifikasi ini umumnya memberikan lapisan ketahanan tambahan pada situasi tertentu. Namun, sertifikasi ini bukan jaminan kebal rusak atau anti hancur.
Military-grade sebaiknya dijadikan salah satu faktor pertimbangan, dikombinasikan dengan rating IP, material bodi, dan kebiasaan penggunaan, sebelum memutuskan membeli sebuah perangkat.
Baca Juga: Daftar HP Baru di Februari 2026: Samsung, Apple, Google Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News