Penjelasan Mendag Lutfi soal impor daging sapi dan gula jelang puasa dan lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya sudah memastikan bahwa kebutuhan pangan pada puasa dan lLbaran akan terpenuhi. Dia pun memastikan, komoditas pangan yang harus diimpor seperti daging sapi/kerbau hingga gula akan tersedia.

"Kita sudah kerja untuk memastikan kecukupan bahan pokok dan bahan penting. Saya sudah perintahkan untuk yang impor-impor. Jadi gula sudah impor, daging sapi, daging kerbau sudah impor, komoditas yang penting sudah dipastikan," ujar Lutfi dalam konferensi pers, Kamis (25/2).

Meski begitu, Lutfi tak membeberkan berapa besar kuota komoditas yang akan diimpor tersebut. Bahkan, dia tak menyebut kapan impor tersebut terealisasi.


"Jadi gula sudah impor, daging sapi daging kerbau sudah impor, komoditas yang penting sudah dipastikan. Tetapi, jumlah harga dan kapan datangnya itu di kantong saya karena itu sensitif dan kita akan melampaui Lebaran ini dengan baik," tambahnya.

Baca Juga: Dorong ketahanan pangan di tengah pandemi, Dompet Dhuafa bidik kalangan pesantren

Dia juga mengatakan, sejak dirinya dipilih menjadi Menteri Perdagangan, dia mengatakan ia  sudah langsung menghubungi pihak yang berkaitan dengan impor untuk memastikan perizinan impor dan ketersediaan bahan pangan yang diimpor aman.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan bahwa impor beberapa bahan pangan seperti kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau juga gula pasir akan direalisasikan secara bertahap.

"Sudah ada rencana, sementara realisasi bertahap," katanya.

Berdasarkan data prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok nasional periode Januari-Mei 2021 oleh Kementerian Pertanian, perkiraan impor kedelai pada periode tersebut sekitar 1,04 juta ton, bawang putih sebesar 257.824 ton, daging sapi/kerbau sebesar 100.752 ton dan gula pasir sebanyak 646.944 ton.

Selanjutnya: Stok jelang Ramadan, Mentan: Kita kekurangan 200 ribu ton daging

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli