Penjelasan Pertamina International Shipping Soal Dampak Kenaikan Tarif Jasa Angkut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping Subholding Integrated Marine Logistics menegaskan pihaknya akan mengedepankan penawaran terbaik dan kompetitif kepada pelanggan seiring dengan kondisi terkini di mana terjadi kenaikan tarif jasa angkut dan naiknya harga migas di dunia. 

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Robert MV Dumatubun mengatakan, kenaikan tarif jasa angkutan laut memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan dengan catatan selama kargo yang diangkut banyak. Adapun pencapaian ini nantinya bisa diukur pada laba yang diraih.

Robert menegaskan, pada prinsipnya PIS akan selalu mengedepankan service excellent dan memberikan penawaran terbaik dan kompetitif kepada pelanggan. Oleh karenanya, fokus dari PIS adalah Sustainable Business dan Mutual Benefit sesuai dengan kondisi terkini iklim bisnis dari aspek komersial. 


Robert memaparkan bahwa kerja sama yang dijalin antara PIS dengan pelanggan berdasarkan pada kontrak kerja sama yang telah disepakati. 

Baca Juga: Sepanjang 2021, Pertamina International Shipping Raup Laba US$ 127,51 juta

Adapun mengenai biaya jasa angkut pada aktivitas bisnis PIS, diakui Robert tarifnya beragam karena menyesuaikan atau melihat pasar domestik dan internasional. Adapun biaya jasa angkut ini semuanya  diatur dalam kontrak yang juga mempertimbangkan komponen biaya operasional, jumlah kargo, dan jarak angkutan. 

“Pada saat kontrak akan melihat tarif angkutan karena pada dasarnya tarifnya berbeda-beda. Kami juga masuk dalam organisasi INSA sehingga penentuan tarif tentunya juga mengacu pada regulasi yang menjadi pedoman bisnis di domestik atau internasional, tidak bisa di bawah rata-rata yang berlaku,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/4). 

Selain terjadi kenaikan tarif angkutan yang diproyeksikan oleh sejumlah pihak akan bertahan di sepanjang tahun ini, harga komoditas seperti minyak dan gas juga melambung tinggi mengikuti dinamika kondisi geo politik terkini. 

Robert menyatakan, pergerakan harga migas secara tidak langsung maupun langsung juga berpengaruh pada layanan PIS dilihat dari biaya operasional angkutan. Untuk jumlah angkutan akan sangat tergantung kepada pemilik kargo, maksudnya berapa volume yang akan diangkut.

Sebagai informasi, di sepanjang 2021 PIS mencatatkan laba senilai US$ 127,51 juta atau tumbuh 52,3% yoy dari sebelumnya US$ 83,71 juta di 2020. Adapun kenaikan laba ini tida terlepas dari kenaikan pendapatan yang diraih PIS. Di sepanjang tahun lalu, pendapatan PIS senilai US$ 1,73 miliar atau tumbuh dibandingkan perolehan di 2020 yang senilai US$ 837,06 juta. 

Baca Juga: Pertamina International Shipping Gencar Jajaki Pasar Potensial di Luar Negeri

Selama 2021, kapal-kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) semakin diminati oleh para pemain energi kelas dunia. 

Tercatat sebanyak 26 dari 95 kapal milik PIS telah melayani kargo pelayaran internasional non Pertamina sejak tahun 2021. Kapal-kapal berbendera Indonesia ini antara lain mengangkut muatan berupa minyak mentah (crude oil), white oil, dan gas. 

“Adapun saat ini sudah ada 11 jalur international yang dijalani PIS. Ekspansi bisnis keluar (International) akan terus ditingkatkan dan dikembangkan dengan menjalin kerja sama terutama dengan Perusahaan Internasional,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .