KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja penjualan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah daya beli konsumen yang masih menjadi tantangan. Perbaikan terlihat dari pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same-store sales growth (SSSG) yang meningkat di seluruh wilayah operasional pada Agustus 2026. Analis Maybank Sekuritas Indonesia Jennifer Henry dalam riset 22 September 2026 mengatakan cerita pemulihan pertumbuhan laba ACES masih berjalan sesuai ekspektasi. Kinerja penjualan selama delapan bulan pertama 2026 juga dinilai masih berada di jalur untuk mencapai target setahun penuh. Hingga Agustus 2026, ACES membukukan penjualan sebesar Rp 6,1 triliun, tumbuh 6,7% secara tahunan. Realisasi tersebut setara dengan 65% dari proyeksi Maybank Investment Banking Group (MIBG) maupun konsensus Bloomberg untuk kinerja 2026.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Analis Ungkap Level Penting Ini untuk Rebound Pencapaian tersebut juga sejalan dengan pola historis. Dalam tiga tahun terakhir, penjualan ACES hingga Agustus rata-rata telah mencapai sekitar 65% dari target setahun penuh. Secara bulanan, penjualan ACES pada Agustus 2026 mencapai Rp778 miliar. Angka ini turun 2% dibandingkan Juli 2026, tetapi masih mencatat pertumbuhan 8,2% YoY. Pertumbuhan tahunan tersebut sedikit lebih tinggi dari ekspektasi MIBG sebesar 8% dan masih berada dalam kisaran panduan manajemen yang memproyeksikan pertumbuhan penjualan 6%-8%. Sinyal pemulihan yang lebih kuat terlihat dari SSSG ACES. Sepanjang delapan bulan 2026, SSSG tercatat tumbuh 2,4% secara year on year (yoy), berbalik dari kontraksi 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi tersebut masih berada dalam target manajemen untuk SSSG 2026 sebesar 2%-4%, meski sedikit di bawah proyeksi Maybank sebesar 4%. Tren perbaikan semakin terlihat pada Agustus. SSSG ACES melonjak menjadi 5,2% yoy, dibandingkan hanya 0,8% pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh wilayah operasional ACES. Jakarta mencatat SSSG sebesar 6,6%, Jawa di luar Jakarta tumbuh 4%, sedangkan wilayah di luar Jawa mencapai 5,3%. Wilayah di luar Jawa menjadi salah satu pendorong pemulihan yang paling kuat. SSSG di wilayah tersebut berbalik dari kontraksi 3,8% pada Juli 2026 menjadi pertumbuhan 5,3% pada Agustus. Menurut Maybank, perbaikan SSSG tersebut menunjukkan manfaat awal dari ekspansi jaringan ACES yang terus dilakukan di berbagai wilayah. Selain ekspansi gerai, ACES juga dinilai mampu menangkap permintaan konsumen terhadap produk yang berkaitan dengan isu polusi udara.
Baca Juga: Harga Emas Masih Konsolidasi, Dolar AS Jadi Penghambat Utama Dengan pilihan stock keeping unit (SKU) yang luas di berbagai kanal penjualan, permintaan terhadap sejumlah produk tercatat kuat. Produk tersebut antara lain peralatan pengolahan udara, produk kebersihan, peralatan rumah tangga, serta produk outdoor comfort. Produk-produk tersebut memiliki rentang harga sekitar Rp 399.000 hingga Rp 5,3 juta. Sementara itu, rata-rata nilai keranjang belanja ACES berada di kisaran Rp 500.000-Rp 600.000. Maybank menilai kemampuan ACES menyediakan beragam pilihan produk melalui sejumlah kanal penjualan membantu perusahaan memonetisasi permintaan tersebut dan menopang kinerja penjualan pada Agustus. Maybank juga mempertahankan proyeksi kinerja ACES untuk periode 2026-2028. Proyeksi tersebut mengimplikasikan pertumbuhan laba per saham atau earnings per share (EPS) dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 13,2% pada 2025-2028. Pertumbuhan EPS tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan CAGR sebesar 0,3% pada periode 2022-2025. Maybank memperkirakan akselerasi pertumbuhan terutama akan ditopang oleh ekspansi jaringan gerai ACES. Hingga delapan bulan 2026, ACES telah membuka 15 gerai AZKO dan 20 gerai NEKA. Realisasi ini masih di bawah target MIBG dan manajemen yang masing-masing menargetkan pembukaan 25-30 gerai AZKO dan 40-50 gerai NEKA sepanjang 2026. Meski ekspansi gerai belum mencapai target tersebut, Maybank menilai kinerja keuangan dan operasional ACES secara keseluruhan masih sesuai dengan ekspektasi. Dari sisi valuasi, Maybank mempertahankan target harga ACES di Rp 500 per saham. Target tersebut didasarkan pada 11,5 kali price to earnings ratio (PER) tahun 2026, sejalan dengan rata-rata PER ACES selama tiga tahun terakhir. Maybank juga melihat valuasi ACES masih menarik. PER ACES diproyeksikan sekitar 7 kali berdasarkan estimasi 2027, sementara dividend yield diperkirakan mencapai 9,3% pada 2026 dan 10,7% pada 2027.
Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, terutama jika terjadi pelemahan signifikan nilai tukar rupiah. Risiko lainnya berasal dari SSSG dan/atau margin EBIT yang lebih rendah dari perkiraan. Tren SSSG yang semakin membaik dan ekspansi jaringan yang terus berjalan, Maybank mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ACES dengan target harga Rp 500 per saham. "Pertahankan rekomendasi buy karena cerita pemulihan pertumbuhan laba ACES masih tetap berjalan," ujar Jennifer dalam riset.
Baca Juga: Jelang Batas Minimum Harga Rp 1, Investor Asing Ini Tambah Pemilikan Saham GOTO Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News