Penjualan Anjlok, Audi Rombak Manajemen di China



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Produsen mobil mewah asal Jerman, Audi merombak jajaran manajemen di China. Langkah ini dilakukan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat dan penurunan penjualan di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Mengutip Reuters (22/10/202), anak usaha Volkswagen ini menunjuk Jeff Zhang sebagai Presiden Audi China yang baru mulai 1 November 2026.

Zhang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) grup otomotif asal China, Chery. Ia akan menggantikan Johannes Roscheck yang kembali ke Jerman setelah memimpin Audi China melewati periode transformasi bisnis.


CEO Audi Gernot Doellner menyebut, pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat posisi bisnisnya di tengah perubahan pasar otomotif China.

Maklum, Audi tengah menghadapi tekanan penjualan seiring semakin ketatnya persaingan dengan produsen mobil lokal, terutama di segmen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Kondisi serupa juga dialami induk usahanya, Volkswagen, serta Porsche. Ketiga merek otomotif asal Jerman tersebut kesulitan mengimbangi pesatnya peralihan konsumen China ke kendaraan listrik yang didominasi produsen lokal dengan harga lebih terjangkau.

Baca Juga: Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan

Padahal, China sebelumnya menjadi salah satu pasar yang memberikan keuntungan besar bagi Volkswagen Group. Namun, perubahan preferensi konsumen dan meningkatnya daya saing produsen otomotif lokal mulai menggerus dominasi merek-merek Barat.

Tekanan tersebut bahkan mendorong Volkswagen menjalankan restrukturisasi bisnis paling besar sepanjang sejarah perusahaan.

Untuk memperkuat bisnisnya di China, Audi juga menunjuk Rolf Michl sebagai Chief Operating Officer (COO) Audi China mulai 1 November 2026.

Sebelumnya, Michl menjabat sebagai Direktur Pelaksana Audi Sport GmbH. Nantinya, Michl akan bekerja bersama Zhang untuk menjalankan strategi bisnis Audi di pasar China.

Doellner menegaskan, perubahan struktur manajemen ini diharapkan dapat mempercepat langkah Audi dalam menghadapi persaingan industri otomotif yang semakin dinamis.

"Tujuan kami adalah menjalankan strategi secara konsisten, merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan," ujar Doellner.

Pergantian pucuk pimpinan ini sekaligus menjadi langkah Audi untuk mempertahankan posisinya di China, ketika produsen mobil lokal semakin agresif merebut pangsa pasar kendaraan listrik.

Baca Juga: Merger Tesla dan SpaceX Terancam Terganjal China, Ini Penyebabnya