JAKARTA. PT Delta Djakarta Tbk memprediksikan catatan penjualan di semester I-2015 turun 40%. Produsen minuman beralkohol ini berdalih, kini makin susah berjualan minuman setelah pemerintah melarang perdagangan minuman beralkohol di minimarket dan toko pengecer. Catatan penjualan setelah dipotong cukai bir dan pajak penjualan atawa penjualan bersih Delta Djakarta di semester I-2014 adalah Rp 439,14 miliar. Itu berarti proyeksi penjualan perusahaan berkode saham DLTA di Bursa Efek Indonesia tersebut di semester I-2015 adalah Rp 263,48 miliar. Sekadar mengingatkan, aturan yang melarang perdagangan minuman beralkohol di minimarket dan toko pengecer lain adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 6/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Aturan itu berlaku sejak April 2015.
Penjualan Anker Bir berjalan gontai
JAKARTA. PT Delta Djakarta Tbk memprediksikan catatan penjualan di semester I-2015 turun 40%. Produsen minuman beralkohol ini berdalih, kini makin susah berjualan minuman setelah pemerintah melarang perdagangan minuman beralkohol di minimarket dan toko pengecer. Catatan penjualan setelah dipotong cukai bir dan pajak penjualan atawa penjualan bersih Delta Djakarta di semester I-2014 adalah Rp 439,14 miliar. Itu berarti proyeksi penjualan perusahaan berkode saham DLTA di Bursa Efek Indonesia tersebut di semester I-2015 adalah Rp 263,48 miliar. Sekadar mengingatkan, aturan yang melarang perdagangan minuman beralkohol di minimarket dan toko pengecer lain adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 6/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Aturan itu berlaku sejak April 2015.