Penjualan CLEO Kuartal I-2026 Bisa Naik Dobel Digit, Terdongkrak Ramadan & Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum Ramadan dan Lebaran Idulfitri menjadi katalis positif bagi industri barang konsumsi, termasuk untuk produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Salah satu produsen AMDK, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) optimistis Ramadan dan Lebaran akan mendongkrak kinerja periode kuartal I-2026.

Chief Executive Officer Sariguna Primatirta Melisa Patricia mengatakan, meski berhadapan dengan tantangan dan persaingan industri yang kompetitif dan dinamis, Manajemen CLEO optimistis penjualan kuartal I-2026 dapat tumbuh double digit.

Secara historis, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu pendorong penjualan, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat yang mendorong konsumsi AMDK.


Selain itu, ekspansi pabrik dan penguatan jaringan distribusi turut menjadi katalis positif bagi kinerja CLEO pada awal tahun ini. Sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi di pasar AMDK nasional serta upaya menjaga pertumbuhan jangka panjang, CLEO akan segera mengoperasionalkan pabrik di Palu pada Kuartal II-2026.

Baca Juga: Wahana Interfood Nusantara (COCO) Bukukan Pendapatan Rp 165 Miliar pada 2025

Dengan begitu, total pabrik CLEO pada semester I-2026 akan mencapai 33 unit. CLEO juga menyiapkan penambahan dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak di semester kedua, yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian perizinan.

“Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan,” kata Melisa melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Selasa (31/3/2026).

Kinerja CLEO Tahun 2025

Dari sisi kinerja keuangan, penjualan CLEO melaju sepanjang tahun lalu. Tapi, pertumbuhan penjualan produsen AMDK dengan merek CLEO ini tidak sejalan dengan raihan laba bersih yang mengalami penurunan.

Penjualan neto CLEO meningkat 4,83% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 2,69 triliun menjadi Rp 2,82 triliun pada tahun 2025. Pada saat yang sama, beban pokok penjualan CLEO naik 10,71% (yoy) menjadi Rp 1,24 triliun.

Meski begitu, pada tahun lalu CLEO masih bisa mengemas laba bruto senilai Rp 1,58 triliun atau naik tipis 0,63% dibandingkan raihan Rp 1,57 triliun pada 2024. Namun, beban penjualan CLEO meningkat 14,26% (yoy) menjadi Rp 891,92 miliar. Beban umum dan administrasi juga menanjak sebanyak 7,81% (yoy) menjadi Rp 141,33 miliar.

CLEO pun membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 389,50 miliar pada 2025. Mengalami penurunan 17,82% dibandingkan raihan tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 474,01 miliar.

Baca Juga: Pendapatan Mitra Pinasthika (MPMX) Turun 1,4% Jadi Rp 16,15 Triliun pada 2025

Secara bottom line, CLEO meraih laba bersih sebesar Rp 381,82 miliar pada tahun 2025. Keuntungan CLEO turun 17,91% dibandingkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 465,15 miliar pada 2024.

Melisa mengatakan, pertumbuhan penjualan CLEO terbilang stabil di sekitar level 5% secara tahunan, atau berada di kisaran rata-rata pertumbuhan industri AMDK nasional. Kontribusi terbesar berasal dari segmen botol dengan penjualan mencapai Rp 1,57 triliun, disusul segmen non botol dengan perolehan Rp 1,20 triliun.

Kedua segmen tersebut mencatatkan pertumbuhan  dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sekitar 5% dan 3% (yoy) yang mencerminkan permintaan pasar tetap terjaga.

“Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” kata Melisa.

Baca Juga: Fore Coffee (FORE) cetak pertumbuhan laba 55% menjadi Rp 90,13 miliar pada 2025

Kemampuan CLEO dalam menjaga momentum ini didukung oleh operasional 32 pabrik yang saat ini beroperasional di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hingga Desember 2025, proses distribusi CLEO juga diperkuat oleh lebih dari 10.000 mitra, sehingga penyaluran produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.

Melisa menambahkan, inovasi produk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan. CLEO menghadirkan variasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pada 2025, CLEO telah meluncurkan dua produk baru, yaitu Cleo 1 Liter Bottled On-the-go sebagai alternatif kemasan praktis untuk segmen tertentu, serta Cleo Lite 500 ml dengan struktur botol ultra tipis yang lebih ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News