Penjualan dan Laba Cikarang Listrindo (POWR) Tumbuh Double Digit di 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cikarang Listrindo Tbk membukukan kinerja apik di 2021. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2020, kinerja penjualan dan laba emiten berkode saham POWR itu kompak tumbuh double digit di tahun 2021.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dirilis bulan April 2022, penjualan neto POWR tumbuh 10,50% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula US$ 46,89 juta di tahun 2020 menjadi US$ 514,85 juta di tahun 2021. Sementara laba tahun berjalan POWR juga tumbuh double digit, yakni sebesar 20,98% yoy dari US$ 74,75 juta di 2020 menjadi US$ 90,43 juta pada tahun 2021.

Pertumbuhan kinerja keuangan yang dibukukan POWR sejalan dengan capaian kinerja operasional perusahaan. Dalam keterangan tertulisnya yang dirilis Kamis (14/4), manajemen POWR menyampaikan capaian kinerja operasionalnya.


Manajemen POWR menyebut, POWR mampu meraih faktor ketersediaan sebesar 97,4% di tahun 2020. Angka itu melampaui target POWR, yaitu 95,0%. Pada sisi penjualan listrik, POWR juga membukukan pertumbuhan penjualan listrik. POWR mencatat,  penjualan listrik perusahaan naik 11,4% dari semula  3.779 GWh di tahun 2020 menjadi  4.210 GWh di tahun 2021. 

Baca Juga: Cikarang Listrindo (POWR) kembangkan ekosistem kendaraan listrik

Menurut catatan POWR, kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi listrik pelanggan industri.

“Kendati diterpa gelombang pandemi tahun kedua di Indonesia, konsumsi listrik pelanggan industri meningkat 16,4% pada tahun 2021, yang dibandingkan dengan tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 15,6%,” tulis manajemen dalam siaran pers Kamis (14/4).

Seiring peningkatan volume penjualan, POWR juga mencatat adanya peningkatan daya tersambung pelanggan industri sebesar sebesar 41 MVA, dari 1.140 MVA di tahun 2020 menjadi 1.181 MVA di tahun 2021. Jumlah pelanggan industri tahun 2021 pun bertambah menjadi 2.527 pelanggan dari sebelumnya 2.495 pelanggan di tahun 2020. 

Pada sisi churn rate, POWR mencatat tingkat churn rate pelanggan di bawah 1% dengan  tingkat proporsi bad debt dibandingkan dengan penjualan neto di bawah 1%, sama seperti capaian churn rate pelanggan berikut tingkat proporsi bad debt dibandingkan dengan penjualan neto yang dicatatkan POWR sebelum-sebelumnya pada 5 tahun terakhir.

Baca Juga: Hingga Oktober 2021, kapasitas PLTS Atap yang dibangun POWR telah mencapai 2,4 MWp

“Hal ini menunjukkan ketahanan bisnis pada pelanggan industri selama pandemi dan juga tanda proses pemulihan ekonomi Indonesia yang baik,” terangManajemen POWR.

Dengan capaian kinerja yang diraih, POWR membukukan marjin laba operasi sebesar 28.1%. Manajemen memastikan, POWR menjaga struktur permodalan melalui rasio leverage dan Rasio Kemampuan Membayar Biaya Tetap atau Fixed-Charge Coverage Ratio(FCCR).

“Rasio leverage Perseroan tercatat sebesar 1,3x, sedangkan FCCR Perseroan sebesar 7,1x, masing-masing mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 1,4x dan 6,5x,” tulis manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi