Penjualan DSFI Naik 16% pada Kuartal I, Ini Faktor Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) membukukan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. Penjualan perseroan naik menjadi Rp 183 miliar dari Rp 157,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bersih DSFI juga meningkat menjadi Rp 4,34 miliar dibandingkan Rp 3,61 miliar pada kuartal I 2025.

Direktur Utama Dharma Samudera Fishing, Ewijaya menyatakan pertumbuhan penjualan pada periode kuartal pertama ini didorong oleh kenaikan volume ekspor dan pergeseran strategi ke produk bernilai tambah lebih tinggi.


"Kenaikan penjualan didorong oleh kenaikan volume penjualan ekspor serta kenaikan rata-rata harga jual seiring dengan strategi perseroan untuk lebih berfokus pada produk-produk yang benilai lebih tinggi,” ungkap Ewijaya, kepada Kontan.co.id, Kamis (18/6/2026). 

Baca Juga: Dharma Samudera Fishing (DSFI) Optimistis Penjualan Capai Rp 695 Miliar di 2026

Sementara itu, peningkatan profitabilitas ditopang oleh efisiensi operasional dan penghematan biaya. 

Di tengah tekanan nilai tukar rupiah, DSFI justru melihat adanya dampak positif terhadap pendapatan. Hal ini karena 95% penjualan perusahaan dilakukan dalam mata uang dolar Amerika Serikat. 

Meski demikian, pelemahan rupiah juga memicu kenaikan sejumlah komponen biaya, seperti biaya pengangkutan dan pembungkus. Namun, kondisi ini terlindungi secara alami (natural hedge) oleh penjualan perusahaan yang dalam bentuk dolar AS sehingga dampak terhadap margin dapat ditekan. 

Dari sisi pasar, ekspor tetap menjadi motor utama pertumbuhan DSFI. Amerika Serikat masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 84% dari total ekspor perseroan pada kuartal I 2026.

Ke depan, perseroan juga menyiapkan diversifikasi pasar ekspor dengan fokus ekspansi ke Kanada, Tiongkok, dan Timur Tengah untuk memperluas basis pelanggan global.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Pelaku Industri Mulai Hitung Risiko Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News