Penjualan Emiten Pupuk Saraswanti (SAMF) Turun 19%, Kebun Sawit Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen pupuk, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) melihat prospek bisnis tahun 2026 masih positif. Di tengah tantangan geopolitik global dan domestik, perusahaan tetap mengincar pertumbuhan kinerja, baik dari sisi volume penjualan maupun keuangan. 

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan SAMF terpantau menurun 19%, dari sebelumnya Rp 743,36 miliar pada kuartal I-2025, menjadi Rp 601,66 miliar di periode kuartal pertama tahun ini. 

Laba bersih juga menyusut menjadi Rp 37,62 miliar, dibandingkan Rp 44,16 miliar di tahun sebelumnya. 


Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Ekspansi Pasar Ekspor ke Eropa dan Timur Tengah di 2026

CEO SAMF Yahya Taufik mengatakan, perusahaan masih optimistis untuk mencapai kinerja terbaik meskipun kondisi ekonomi nasional dan global  sangat dinamis di sepanjang tahun ini. 

“Rencana Tahun 2026, perusahaan ini memiliki target optimistis untuk tumbuh di volume penjualan maupun kinerja keuangan,” ungkap Yahya, kepada Kontan, pekan lalu. 

Dari sisi pasar, SAMF masih mengandalkan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, sebagai penopang utama kinerja tahun ini. Maka dari itu, pergerakan harga komoditas minyak kelapa sawit (CPO) , intensitas pemupukan, serta luas areal tanam menjadi faktor kunci yang memengaruhi kinerja penjualan perseroan.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, SAMF menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang difokuskan pada ekspansi kapasitas produksi. 

Yahya tidak menyebut secara detail berapa alokasi capex yang dianggarkan tahun ini, namun penggunaan dana difokuskan untuk persiapan pembangunan pabrik baru di Riau serta penguatan fasilitas produksi di lokasi masing-masing pabrik. 

Di sisi lain, SAMF juga menjalankan sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja sepanjang tahun, di antaranya efisiensi operasional dan produksi, pengendalian biaya operasional, serta fokus pada Inovasi dan pengembangan produk. 

Baca Juga: EduALL dan Indonesia Mengajar Dorong Pemahaman Generasi Muda Terkait AI

Ke depan, manajemen menetapkan sejumlah prioritas strategis untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan. Prioritas tersebut meliputi modernisasi teknologi, pengamanan bahan baku dan rantai pasok, peningkatan efisiensi produksi dan distribusi, serta diversifikasi produk dan fokus pada keberlanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News