Penjualan Fajar Surya kuartal II akan naik 5%-10%



JAKARTA. Produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) yakin akan mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 5%-10% pada kuartal II dibanding kuartal I tahun ini. Hal tersebut disebabkan oleh melonjaknya permintaan saat menjelang lebaran. 

Manager Keuangan FASW Marco Hardi mengatakan, melonjaknya permintaan saat menjelang lebaran memang sudah menjadi penjualan seasonal perseroan. "Meskipun hasil belum keluar, namun kita memperkirakan ada kenaikan 5% sampai 10% dibanding kuartal I," katanya kepada KONTAN, Senin (21/7). 

Ia mengatakan peningkatan tersebut dikarenakan banyak perusahaan yang menyetok barang sebelum lebaran. "Memang saat lebaran dan sesudahnya yang tak boleh mengirim barang, karena itu pula banyak perusahaan yang menyetok barang seperti saat ini," ungkap Marco. 


Jika diproyeksikan kenaikan 5% sampai 10%. Itu berarti penjualan bersih perseroan pada kuartal II tahun ini sekitar Rp 1,52 triliun sampai Rp 1,59 triliun. Jumlah tersebut berdasarkan estimasi pendapatan perusahaan di kuartal I tahun ini yang sebesar Rp 1,43 triliun. Dengan begitu, Marco yakin jika sampai akhir tahun perusahaannya dapat mencapai target. 

FASW sendiri memiliki target penjualan tahun ini sebesar Rp 5,8 triliun. Target tersebut naik 18,55% dibanding realisasi pendapatan di tahun lalu sebesar Rp 4,96 triliun. Nah, untuk mencapai target tersebut perusahaan ini akan menggeber produksi. Sayang, Marco tak mengatakan berapa persen akan meningkatkan produksinya.

Terhitung sampai triwulan peratama tahun ini, FASW mencatatkan produksi sekitar 300.000 ton kertas. Adapun kapasitas produksi perusahaan sektar 1,2 juta ton kertas per tahun. 

Selain itu, untuk memanfaatkan momentum kenaikan kurs dollar, perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas ekspor. Marco bilang, porsi ekspor FASW saat ini sekitar 12%, dan jumlah tersebut akan naik menjadi 15%. Untuk tujuan ekspornya, ke negara-negara Asia seperti, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Pilipina, wilayah Timur Tengah, dan Afrika.

Tahun ini pula, FASW mempunyai dana belanja modal atau capital expendicture (capex) sebesar US$ 30 juta sampai US$ 50 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan pabrik dan mesin produksi kertas terbaru mereka, PM 8 di Surabaya, Jawa Timur. Marco pernah mengatakan, pembangunan pabrik tersebut menunggu penetapan hasil presiden yang baru, karena perusahaan ini ingin melihat bagaimana kebijakan di bidang ekonominya. 

Untuk membangun PM 8 itu, FASW berinvestasi sekitar US$ 165 juta, dan direncanakan akan dapat beroperasi pada awal 2016 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa